Silaturrahmi Pengurus Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara ke Provinsi Kepulauan Riau

oleh -23 views

INDIKASINews, Batam — Plt Gubernur kepri  Isdianto menerima Silaturrahmi Pengurus  LAI BPAN Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) membicarakan kondisi ekonomi masyarakat Kepri dan beberapa persoalan sosial yang terjadi di wilayah kepri (21/8/19), di Batam Center Gedung Graha Kepri.

Ketua LAI BPAN Kepri Awaluddin menguraikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat kepri yang memiliki tanah, yang kadang di klaim oleh pengusaha tanpa ada documen yang mengikuti jalur hukum,

“Selain itu Ketua BPAN Kepri memaparkan kebijakan pemerintah yang kadang kurang mendukung kelancaran pengurusan perizinan bagi pengusaha di Batam maupun Kepri

“Di sela pembicaraan ketua bpan memberitaukan ke Pak isdianto, kami sudah beraudensi dengan Ketua DPRD Kepri dan Juga Ketua APINDO Kepri dan kami juga turun ke lapangan untuk melihat kebenaran daari laporan masyarakat ke Kami,dan kami melihat masalah tanah masyarakat di pulau perlu ada kejelasan dari pemerintah kepri atau batam dan awaluddin juga mengatakan perizinan di pemerintahan kepri atau Batam masih menjadi masalah bagi pengusaha,” ujar dari Ketua BPAN Kepri,

Di sela pembahasan Anggota bpan menyinggung persoalan ekonomi kepri banyak nya perusahaan yang tutup,ujar salah satu anggota Bpan ke pak isdianto,serta masalah pendidikan yang terbatas lokal nya untuk sekolah yang berada di batam dan kepri salah satunya yang kami lihat pada saat penerimaan sekolah untuk lanjutan ke SMA/SMK  di kota batam,dan untuk sekolah tersebut wewenangnya propinsi kepri ujarnya

Plt Gubernur Kepri mengatakan Sekarang memang kondisi ekonomi memang lagi turun bukan hanya di Kepri tempat kita ini tapi seluruh Indonesia juga merasakan,Kita harus bersyukur ekonomi masyarakat Kepri masih lebih baik dibandingkan daerah lain,” ujar, pak Isdianto

“Pada tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Kepri sempat turun sampai 1,2%, Namun sekarang di tahun 2019 ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah mencapai 4,6% walau ada beberapa perusahaan yang tutup pada diawal tahun tapi masih banyak juga perusahaan yang masih jalan.

“Kalau perusahan merasa rugi dan menutup perusahannya kita tidak bisa melarang nya walaupun itu akan menambah pengangguran tapi kita harus optimis dan selalu berusaha agar investor tetap menjalankan usahanya di batam kepri agar masyarakat kita bisa bekerja,” ujar nya

“Terkait persoalan lahan di pulau kepri dan pengurusan perizinan, menurut pak Isdianto pemerintah tetap merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan semua harus taat hukum karena segala pengurusan yang berkaitan dengan lahan atau perizinan di pemerintahan semua ada aturanya dan wajib kita taati,ucap pak isdianto

“Dan untuk masalah pendidikan pak isdianto plt gubernur kepri mengatakan ingin membangun SMA dan SMK di beberapa daerah yang penduduknya padat yang belum ada sekolah SMA/SMK/MA negeri maupun swasta.

“Dan pak isdianto juga berharap masyarakat yang memiliki ekonomi di atas rata-rata, bisa menyekolahkan anak nya di sekolah swasta yang memiliki kualitas yang sama dengan sekolah negeri agar anak didik tidak hanya masuk sekolah negeri saja

“Sebab sekolah swasta juga butuh murid,maka pemerintah tetap menjalin kerjasama dengan sekolah swasta agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang sama baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta

“Selain itu,pak isdianto itu meminta kerjasama masyarakat termasuk LAI BPAN Kepri untuk membantu pemerintah menjalankan program dan kebijakan yang ada. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada BPAN Kepri yang memberikan masukkan dan pandangannya terkait masalah di Kepri ini, semoga cepat kita selesaikan dan masyarakat bisa menikmati program yang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Dan ketua bpan dan anggota pun berterima kasi ke plt Gubernur kepri bapak isdianto yang telah menjawab semua pertanyaan dari kami dan pertanyaan itu semua dari masyarakat kepri dan batam dan temuan kami di lapangan.

Penulis: RZ-IN
Editor: Red