Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kepung Bumi Tegar Beriman

oleh -35 views

INDIKASINews, Cibinong — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cabang Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kabupaten Bogor sekitar pukul 14.oo wib, menuntut Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin untuk mengevaluasi kinerja jajarannya menuju satu tahun menjabat pada 30 desember 2019. Rabu (20/11/2019)

Namun realitas hari ini menuju satu tahun memimpin, Kabupaten Bogor masih semrawut dan jauh dari harapan. Program unggulan “Panca Karsa” belum mampu bisa menjawab dinamika sosial yang terjadi di masyarakat, seperti masih banyak jalan yang rusak, sekolah yang tidak layak pakai, angka pengangguran meningkat tahun 2019 (9,77 persen), angka kemiskinan, penderita stanting semakin meningkat 2018 1,6 persen dan 2019 32,9 persen ,anak putus sekolah, tambang ilegal, pedagang kaki lima tak tertata yang menghilangkan hak pejalan kaki, transportasi semrawut, mobil truk tambang tak jelas jam operasionalnya dan diduga kuat melebihi muatan beban sampai meresahkan masyarakat sehingga berujung maut, pasar tradisional seperti khususnya di barat Pasar Leuwiliang yang sangat tak terurus dengan wajah gerbang dan akses jalannya yang berantakan oleh pelapak dan masih banyak yang lainnya.

Pasca berlangsungnya unjuk rasa tersebut mereka (Mahasiswa – red) yang di kordinir Iksan Awaludin , menyampaikan beberapa tuntutan yang dianggap PR bagi Pemerintah Kabupaten Bogor ,berikut disampaikan :

1. Mendesak bupati Mengevaluasi Program Unggulan “Panca Karsa”.
2. Bupati harus berlari kencang untuk menyelesaikan persoalan bukan pencitraan (Boling) dengan mendorong pemerataan pembangunan.
3. Meminta kepada Bupati mendesak Pemprov Jabar untuk segera membuat jalur tambang.
4. Medesak Bupati Bogor segera menerbitkan PERBUP yang mengatur regulasi mengenai jam operasional dumtruk sebelum adanya jalur tambang.
5. Mendesak Bupati untuk segera menertibkan perusahaan tambang yang tidak sesuai PROTAP, SOP dan Legal Standing yang jelas.
6. Mendesak Bupati mengevaluasi perencanaan APBD agar tidak mubazir seperti pengadaan anggaran pembebasan lahan untuk pusat ibu kota pemekaran Bogor Barat yang belum jelasnya pencabutan moratorium pemekaran daerah dari Pemerintah Pusat.
7. Mendesak Bupati memastikan APBD digunakan untuk pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
8. Mendesak Bupati mengevaluasi seluruh pasar tradisional yang dinaungi oleh PD Pasar Tohaga agar menjadi pasar yang bersih, tertata dengan baik dan memberi akses yang luas bagi masyarakat untuk jual beli.
9. Medesak bupati untuk menyelesaikan persolan stanting di bumi tegar beriman”,

Pengunjuk rasa baru membubarkan diri sekitar pukul 16.oo wib dan berharap agar Bupati bogor benar- benar serius menanggapi dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat kabupaten bogor.

Penulis: JOS-IN
Editor: Red