Kapolda Kepri Jangan Bungkam Soal Kasino di Nagoya Newton

Gedung Permainan Kasino

Investigasi97 Dilihat

BATAM-Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Pol Asep Saprudin diminta jangan bungkam dimintai tanggapan terkait aktivitas berbau 303 berupa perjudian kasino berskala besar di daerah sekitar Nagoya Newton,Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau.

Dimana sebelumnya media ini mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kapolda Kepri Brigjen Asep Saprudin terkait adanya aktivitas berbau 303 berbentuk kasino di jalan Iman Bonjol Komplek Nagoya Newton,Kecamatan Lubuk Baja,Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau,namun hingga berita susulan ini naik belum juga ada balasan.

Berdasarkan rangkuman informasi yang berhasil dijaring media ini menunjukkan bahwa sedikitnya ada dua titik lokasi perjudian berbentuk kasino yang ada disekitar lokasi tersebut dan ternyata aktivitas ini telah berjalan sangat lama seolah ada pembiaran hingga aktivitas perjudian ini aman dari sentuhan hukum.

“dua titik lokasi kasino ini sudah lama buka yaitu dibelakang nagoya foodcout satu titik lagi berada tidak jauh dari lokasi tersebut .kenapa bisa buka ? dugaannya ada oknum tertentu sebagai back up memberi sinyal untuk buka dan tutup perjudian kelas kakap itu.Yah apa sih yang engga jika koordinasi terbangun dengan bagus pastilah aman-aman saja. Yang penting semua jelas iya kan? “ demikian diutarakan sumber media ini yang mengaku sering bermain kasino dikedua tempat tersebut.,pada Minggu (21/12/2025).

Ia menuturkan apa saja informasi yang dia ketahui,bahwa pemilik perjudian kasino yang lokasinya di komplek Nagoya Newton ber inisal Ac pengusaha terkenal dari Karimun Kepulauan Riau dan TP tinggal di Kota Batam pengusaha asal Kalimantan. Sumber ini menuturkan,setiap hari lokasi ini mulai ramai dari sekitar pukul 14 siang menjelang sore hingga pagi hari.

Sedangkan jenis mesin kasino yang dimainkan beragam merk berstandar internasional dengan taruhan tanpa batas atau tidak ada limit. “taruhannya disana itu tidak ada limit bro.mau pasang berapa besar boleh”sambung dia.

Sementara itu,hasil investigasi yang dirangkum media dari berbagi sumber bahwa kedua inisial tersebut ternyata tidak hanya mengelola perjudian kasino,namun juga memiliki beberapa titik gelanggang permainan elektronik jackpot tersebar diberbagai lokasi di penjuru Kota Batam.

Sementara itu,media ini sebelumnya pada edisi tanggal (19/12/2025) memberitakan:

Perjudian kasino di Komplek Nagoya Newton,jalan Iman Bonjol,Kota Batam ,Provinsi Kepulauan beroperasi telah berlangsung lama.perjudian yang setara dengan kasino internasional ini disebut-sebut dikelola pengusaha ternama asal Karimun Kepulauan Riau (Kepri) dan pengusaha ternama dari Kalimantan.

Sumber media ini seorang keturunan Tionghoa menyampaikan keyakinannya bahwa ia sangat yakin bahwa aktivitas 303 ini menjadi di “raksasa “ di Kota Batam dan beredar kabar tidak dapat disentuh.

“kita berharaf Kapolda Kepri dan Kapolresta Barelang menutup lokasi permainan kasino ini .Tapi kabarnya pemiliknya kuat dan beredar kabar bahwa kasino tidak dapat disentuh” sebut dia.

Ia menceritakan bahwa taruhan di kasino yang berlokasi di sekitar Komplek Nagoya Newton ini tidak ada batasan.bahkan kabar terbaru yang dia dengar bahwa pengelola kasino tersebut sekitar seminggu silam kalah sekitar Rp 15 miliar rupiah melawan pemain dari luar negeri.

” minggu kemaren bos kasino itu kabarnya kalah sampai 15 miliar melawan pemain dari luar negeri. itu kabar beredar tapi tidak tau pasti apakah kabar itu benar atau sebaliknya dan kalo hanya bermoda tipis 1atau 2 miliar bisa saja lenyap sebentar saja. ” ujar Koko tersebut kepada media ini disekitar Nagoya Batam pada Jumat tanggal (19/12/2025)

Sambil menikmati segelas jamu di salah satu warung kaki lima sekitar Nagoya Newton,sumber media ini menjelaskan permainan yang ada di dalam ruangan kasino ini super megah nyaris sama dengan kasino di Singapura dan pemainnya pun lumayan ramai hingga lokasi parkirpun kenderaanpun nyaris tidak mampu menampung milik para pemaian.

Terkait informasi beroperasinya lokasi kasino tersebut.hingga berita dinaikkan ,media ini belum mendapat tanggapan dari Kapolreasta Barelang dan Kapolda Kepri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *