Batam,indikasinews.com-Jagat media sosial kembali heboh atas beredarnya sebuah rekaman video TikTok yang memperlihatkan seorang anak dalam kondisi sakit muntah-muntah dalam gendongan sang ibu ditolak berobat di Klinik Kimia Farma ,Kelurahan Sei Harapan, Kecamatan Sekupang,Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau.peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu tanggal (23/06/2026) .
Jika menyimak isi rekaman vidio,penolakan berobat ini dilatar belakangi jam tugas kerja yang menurut dokter batas tugasnya bekerja hanya sampai pukul 21 Wib.mendegar hal itu,orangtua pasien pun keberatan karena pada saat itu jam menunjukkan belum pukul 09 Wib atau masih sekitar tengah sembilan,namun dokter memilih pulang dan tidak lagi memeriksa pasien yang masih balita muntah-muntah dipelukan sang ibu dan membutuhkan pertolongan penanganan medis.
Kasus ini menyita perhatian warganet,terbukti unggahan video TikTok ini telah memperoleh like sekitar 17 ribu an, serta dikomentari ribuan warga net,bahkan puluhan kali di share atau diposting ulang oleh pengguna sosial media TikTok lainnya.
Tidak hanya pelayanan pemeriksaan yang ditolak,tetapi keluarga pasien pun menyoroti perkataan yang diduga diutarakan seorang dokter yang dinilai tidak pantas kepada keluarga yang tengah panik menghadapi kondisi anaknya yang membutuhkan pertolongan medis.
“Dokter bilang, ‘mengapa sakit, siapa yang mau sakit,’” ungkap pihak keluarga sebagaimana termuat dalam narasi video yang beredar.
Ucapan sang dokter pun bagian yang paling disorot warganet.karena terlepas dari prosedur administrasi maupun penilaian medis, komunikasi tenaga kesehatan kepada pasien dan keluarga seharusnya tetap mengedepankan empati, kesantunan, serta rasa kemanusiaan.
Dalam narasi yang beredar, keluarga pasien menduga pelayanan tak senonoh yang mereka alami berkaitan dengan status kepesertaan BPJS kesehatan milik sang anak. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada penjelasan resmi dari pihak klinik maupun tenaga medis yang disebut berada di lokasi saat peristiwa.
Karena saat media ini mendatangi Klinik Kimia Farma di Komplek Wijaya Kusuma Blok A no 1 Kelurahan Sei Harapan,Kecamatan Sekupang,Kota Batam,hanya bertemu dengan dua orang perawat namun keduanya tidak bersedia berkomentar.
Keduanya pun pun turut bingung apa sebenarnya yang menjadi dasar atau penyebab peristiwa ini sembari berkata mereka berdua pun sedang menunggu atasannya untuk ikut rapat membahas peristiwa yang terjadi ini.
“kami tidak berani menjawab soal bagaimana masalah yang sebenarnya karena saat peristiwa itu bukan kami yang bertugas,namun pengalaman selama bertugas disini dokter inilah paling bagus dari dokter sebelum-sebumnya ,kamipun menjadi bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab peristiwa ini.bukan bermaksud memuji tetapi selama ini dokter dimaksud tergolong bagus baik dan ramah,bahkan di jam istirahat pun bersedia melayani pasien.ini pun kami sedang menunggu atasan untuk membahas masalah ini” demikian penuturan para perawat yang bertugas di Klinik Kimia Farma ,Kelurahan Sei Harapan,Kecamatan Sekupang,saat berbincang dengan media ini sekira pukul 18 Wib,pada Minggu tanggal (24/06/2026).
Hingga berita dinaikkan,belum berhasil bertemu dengan dokter yang bertugas di Kimia Farma tersebut.namun demikian awa media tak lupa meminta untuk diberi tahu jika atasan mereka telah datang atau memberi tahukan hasil rapat yang mereka sepakati terkait masalah ini.
(Red)





