4 Oknum Kades Kab Kotawaringin Timur Kalteng Diduga Korupsi Dana Desa

oleh -284 views
Sampit, INDIKASInews — Sedikitnya empat oknum kepala desa yang diduga Korupsi Penyalagunaan Dana Desa (DD) terhendus oleh pihak Inspektorat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalteng, dalam waktu 60 hari kerja pihak desa belum ada pengembalian dana dugaan korupsi tersebut.
Perkara tersebut selanjutnya dibawa kerana hukum dan saat ini perkaranya ditangani oleh pihak Kejaksaan Negri Sampit (Kajari) 
Diantarannya dari keempat oknum kepala desa yang diduga telah melakukan korupsi ini, Desa Soren, Desa Simpur, Desa Tumbang Bajenei.,dan Desa Tumbang Maya. 
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur Kotim Deddy Yuliansyah Radid, belum lama ini kepada indikasinews.com, membenarkan telah menangani adanya beberapa kasus dugaan korupsi Dana Desa yang melibatkan ada beberapa oknum kepala desa, akan tetapi belum bisa membeberkan secara rinci dengan alasan masih dalam tahap penyidikan, “Belum bisa kita beberkan karna masih penyidikan” Ungkapnya.
Halikin Noor Plt. Sekda, juga menyampaikan “terkait masalah keempat desa yang diduga menyalagunakan Dana Desa itu sudah di serahkan ke Kajari Kotim, karna itu diduga ada ungsur kesengajaan yang mereka lakukan”. Ucapnya.
“Seandainya kesalahan hanya pada adminitrasi saja kemungkinan masih bisa dibina, akan tetapi karna telah terbukti terjadinya penyimpangan dana, maka selanjutnya yang bersangkutan diproses oleh pihak Kejaksaan Negeri Sampit”. Ujar Sekda. 
“Sebelumnya pihak Inspektorat sudah meminta kepada keempat oknum kepala desa agar mengembalikan uang tersebut yang telah digunakan sesuai prosedor, dalam waktu 60 hari, Biasanya sebelum perkara berlanjut kepihak kejaksaan, ada prosedur, yang dilakukan oleh Inspektorat, diperiksa dulu kalau ada temuan dilakukan pembinaan dan diberi jangka waktu sampai 60 hari untuk mengembalikan uang itu”. Tegas Sekda.
 
Pihak pemerintah daerah dalam hal ini sangat mendukung langkah proses hukum dan agar menjadi contoh bagi Desa-desa yang lainya agar tidak melakukan hal yang serupa dan sekaligus memberi efek jera, Dana Desa yang cukup besar ini semua orang bergairah untuk menjadi kades, bahkan pada tahun ini saya lihat ada satu desa yang mencalonkan sampai delapan orang yang telah mencalonkan diri kontes pilkades.
Dana Desa untuk menunjang pembangunan dan operasional desa yang telah didukung dengan dua bantuan diantaranya Alokasi Dana Desa dan yang bersumber daru APBD dan Dana Desa dari APBN, maka dari itu jangan sampai ada yang menyalagunakan Dana Desa maupun bantuan lainya kalau tidak mau berurusan dengan hukum. Pungkasnya. (kr-red)

Loading...