Ahok Meradang Mendapat Informasi Kasus Jual-Beli Rusunawa Marak

oleh
Jakarta, INDIKASI News — Gubernur DKI Jakarta Ahok meradang ketika mendapat informasi kasus jual-beli rusunawa kembali marak. Ia memerintahkan intansi terkait untuk melakukan sweeping pada malam hari dan menindak tegas pelaku pelanggaran tersebut.
“Semua pelaku harus ditindak tegas, baik penghuni, pembeli, maupun oknum petugas yang terlibat dalam kasus tersebut,” tegas Ahok di Balaikota, Gambir (20/4). Kalau dalam sweeping itu ternyata penghuni tidak sesuai data yang ada, sambungnya, harus diusir dan unitnya disegel sementara untuk diberikan kepada warga lain yang lebih berhak.
Menurut Ahok, pembangunan rusunawa yang dilakukan Pemprov DKI, diperuntukkan bagi warga miskin. “Termasuk warga penghuni bantaran kali, waduk, saluran air, rel KA, dan sarana umum lainnya. Agar warga bisa mendapatkan tempat hunian yang layak dengan harga sewa sangat murah,” papar Ahok sambil menambahkan razia akan dilakukan petugas gabungan dalam waktu dekat.
Sejak dulu Ahok mewanti-wanti agar warga miskin yang mendapat jatah rusunawa tidak mengoper kepada pihak lain, dengan alasan apapun. Tetapi ternyata belakangan ini, kasus jual-beli ‘hak sewa’ kembali marak. Wajah-wajah baru kembali bermunculan di sejumlah rusunawa menggantikan penghuni lama yang kembali mendirikan bangunan liar di berbagai sarana umum. Ahok juga mendapat kabar bahwa harga jual-beli rusunawa ini per unitnya sekitar Rp 20 juta.
“Ada oknum PNS juga yang ikut bermain dan ini harus dibikin kapok,” tandasnya.
Menurutnya pemerintah harus tegas menertibkan hunian rusunawa. “Kalau kita tidak tegas, maka kasus over hak sewa akan terus terjadi. Warga miskin akan terus berupaya menyerobot lahan. “Saya minta Dinas Perumahan dan Gedung segera mengkordinir petugas lainnya untuk melakukan razia tengah malam. Razia ini tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya. (pk)