Apakah Ini Dampak Reklamasi 3 Kecamatan Banjir Rob?

oleh -251 views
Jakarta, INDIKASINews — Tiga Kecamatan di Jakarta Utara, tergenang banjir rob, yaitu Kecamatan Cilincing, Kecamatan Pademangan, dan Kecamatan Penjaringan. Disebut-sebut, banjir rob itu merupakan dampak dari adanya proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta.
‎Pakar Kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Muslim Muin, mengatakan, proyek reklamasi dapat memperparah banjir rob di kawasan pesisir Ibukota. Pasalnya, keberadaan pulau-pulau buatan di pantai utara akan menghalangi aliran sungai-sungai yang bermuara di utara Jakarta.
“Kalau pemerintah mengatakan reklamasi harus dilanjutkan untuk mengatasi banjir rob, itu jelas keliru. Yang terjadi malah sebaliknya, banjir rob di Jakarta akan semakin parah,” kata Muslim di Jakarta, Selasa (5/12/17).
Muslim menjelaskan, reklamasi dapat menyebabkan ketinggian air di sungai-sungai Jakarta mengalami peningkatan hingga mencapai 37 persen karena terhambatnya aliran di kawasan muara. Akibatnya, pompa air yang digunakan untuk mengatasi banjir atau luapan sungai nantinya juga harus besar sekali, minimal punya kemampuan hisap 1.100 meter kubik per detik.
Dia mengatakan, solusi untuk mengatasi banjir rob di Jakarta bukan dengan reklamasi. Melainkan, cukup dengan memperkuat tanggul di sepanjang kawasan untuk menghadang masuknya air laut ke daratan. Selain itu, tanggul di sepanjang aliran sungai juga mesti diperkuat.
Wilayah Terdampak
Terdapat lima titik lokasi yang terdampak akibat genangan banjir rob di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Hal itu diungkapkan oleh Camat Penjaringan, Muhammad Andri.
“Pemukiman penduduk di sekitar Pompa Waduk Pluit pinggiran tanggul RW 17 mengalami luber dengan ketinggian genangan hingga 20 centimeter,” ujar Andri di Jakarta, Selasa (5/12/17).
Sementara itu, Camat Cilincing Purnomo menjelaskan, genangan banjir rob tersebut melanda Kampung Sawah semper tidak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budhi Dharma.
“Banjir Rob di wilayah pemukiman warga di Kelurahan Marunda dan Semper ada sejumlah titik yang tergenang, ketinggian banjir rob antara 10-25 cm,” tutur Purnomo.
Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad mengaku, dirinya sudah meminta seluruh jajaran untuk tanggap terhadap bahaya banjir rob yang masih bisa terus berlanjut di wilayahnya.
“Kami ingin banjir rob ini bisa diantisipasi agar tidak semakin parah. Kami mengimbau kepada seluruh jajaran Kecamatan, Kelurahan, Sudin, PPSU dan instansi terkait diminta tanggap dengan tupoksi masing-masing,” ungkapnya.
Sebelumnya, banjir rob di Muara Angke semakin parah hingga menutup jalan menuju pelabuhan Kali Adem. Banjir sendiri hingga mencapai kedalaman 50 cm dan belum ada tindakan dari pemerintah setempat.
Ketua RW 20, Pluit, Penjaringan, Mutmainah mengatakan, banjir rob di Muara Angke sudah lama ada. Tapi, baru kali ini banjir rob sedemikian parah, hingga menyebabkan akses menuju pelabuhan Kali Adem menjadi terganggu dan tidak bisa dilewati.
Tak Efektif
Pengamat tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai jika Pemprov DKI ingin membuat penanganan banjir dan penyelamatan pesisir pantai utara Jakarta dengan cara pembuatan tanggul tinggi dan mengandalkan pompa besar, ia menilai, tidak akan efektif.
“Hal tersebut sama sekali tidak ramah lingkungan. Maka Pemprov DKI harusnya melakukan rehabilitasi dan perluasan hutan mangrove sepanjang pantai dan setebal mungkin minimal 200 meter ke laut,” kata Joga di Jakarta, Selasa (5/12/17).
Selain itu, lanjut Joga, Pemerintah bisa mengefektifkan fungsi waduk yang sudah ada khususnya yang berada di wilayah Jakarta Utara. “Perbanyak waduk-waduk baru serta optimalkan waduk dan situ yang sudah ada di pantai utara Jakarta. Sekaligus menjadi RTH seperti Taman Waduk Pluit,” tambahnya. (ht-in/red)

GMD Group:
Indikasinews.com
Koran Penyelidik Korupsi
Tabloid Bhayangkara Pers

Loading...