Atlet Juara 1 Pencak Silat Kecewa Adanya Diskriminasi yang Dilakukan Oknum MGMP Sudindik Jakbar

oleh -1.120 views
Foto: Putri regina dan Pelatih Rifki

INDIKASINews, Jakarta — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Suku Dinas Pendidikan (MGMP Sudindik) Jakarta Barat wilayah 1 dinyatakan mengambil keputusan sebelah pihak dalam penunjukan para perwakilan untuk ikut lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pecak silat ke tingkat provinsi dinilai tidak tepat.

Pasalnya menurut Jaya Caniago biasa di sapa jaya yang tak lain pegurus sekaligus pemerhati pencak silat jakarta barat mengungkapkan keputusan yang diambil MGMP Sudindik di katagorikan tembang pilih, seharusnya yang mewakili atau maju sebagai peserta O2SN adalah juara 1 dalam olahraga pancak silat.

“Dalam aturan main dan biasanya yang mewakili ke tingkat provinsi salah satu peserta yang mendapat juara I mewakili sekolah dan kota Adminitrasi Jakarta Barat,”. Kata Jaya.

Lanjut Jaya, “Adanya pengambilan keputusan terkait perwakilan O2SN dinyatakan secara sepihak, tanpa ada musyawarah dengan pihak sekolahan dan pelatih eskul di sekolah, ini jelas tembang pilih atau diskriminasi, hal ini kuat dugaan adanya peserta titipan dari oknum MGMP Sudindik Jakarta Barat 1 ” Ungkap Jaya

Hal ini seharusnya tidak akan terjadi, MGMP Jakarta Barat 1 melakukan pendekatan dan kordinasi tanpa mempermalukan peserta yang sah untuk mewakilinya, Karna saat seleksi tingkat kota juara 1 atas nama Putri Regina dari peserta SMP Kesatuan Tunggal Putri mendapatkan nilai tertinggi dan berhak lolos ke tingkat provinsi,ungkap Jaya. Ujar jaya.

Rifki selaku pelatih Putri Regina sangat kecewa dengan keputusan MGMP Sudindik Jakarta Barat Wilayah 1 dikarenakan permasalahan tersebut seharusnya diberitahukan sebelum adanya pertandingan.

“Seharusnya diberitahukan saat sebelum pertandingan mungkin kami berdua tidak kecewa,”.Ujar Rifki.

“Kami tidak akan datang untuk menanggung malu, coba lihat semangat dari murid saya Putri Regina demi untuk mengutamakan ikut lomba ia rela meninggalkan pelajaran sekolah dan latihan dengan semangat tanpa henti semua itu dilakukan demi mengharumkan nama sekolah dan juga nama perguruan silat yang mendidik dia bisa jadi menang,” Ungkap Rifki.

Rifki menambahkan, “Jika Satrio Kordinator MGMP Jakbar 1 dan sekaligus guru olahraga SMPN 45 Jakarta memberi tahu mungkin kami pihak perguruan tidak akan kecewa seperti ini kalau di beritahukan sebelumnya,” Tambahnya.

Para pemerhati dan guru pancak silat meminta Dinas pendidikan dan Dinas Olahraga untuk menindak tegas oknum-oknum yang merusak dan mengambil keuntungan dalam event olahraga dan dalam organisasi pencak silat, ini jelas adanya tindakan diskriminasi bahkan tercium adanya dugaan korupsi yang mana ikut kejuaraan tidak pernah dikenakan biaya (gratis) sekarang ikut O2SN pun dipungut biaya. Tandasnya.

Penulis: IW-IN
Editor: Red

Loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.