Belasan Mahasiswa Gelar Aksi Protes di Pengadilan Jaktim

oleh -235 views
Jakarta, INDIKASINews — Belasan mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun, menggelar aksi protes di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Selasa (28/11). Aksi itu mereka lakukan karena hakim sudah empat kali menunda pembacaan vonis.
“Sudah empat kali pembacaan vonis ditunda dengan berbagai macam alasan,” katanya, Zul, seorang mahasiswa, Selasa (28/11).
Dikatakan Zul, penundaan pertama hakim berasalan hak hakim. Kedua, salah satu hakim pergi ke Surabaya, sementara ketiga, hakim beralasan belum memusyawarahkan sidang. “Hari ini, Selasa (28/11), alasannya panitera sakit. Pekan depan alasan apa lagi yang akan digunakan,” ujarnya.
Ilustrasi
Zul menilai, dengan selalu ditundanya pembacaan vonis, mereka jadi menduga-duga. “Untuk menunggu pembacaan vonis saja sudah memakan waktu satu bulan, pastinya itu akan mengurangi masa hukuman,” ungkapnya.
Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Syafrudin Ainor mengatakan, penundaan itu memang sudah beberapa kali terjadi. Namun, ditundanya hal tersebut karena banyak permasalahan mulai dari hakim, hingga panitera. “Untuk hari ini, memang paniteranya tengah dirawat di rumah sakit sejak dua hari belakangan ini,” ujarnya.
Menurutnya, bila memang tak ada satu kendala baik dari hakim maupun panitera, pembacaan vonis akan langsung dilakukan. Namun, selama beberapa pekan belakangan ini memang untuk penanganan kasus tersebut, semua yang terlibat tengah sibuk. “Bahkan hakim ketuanya sendiri dipromosikan sebagai hakim tinggi, SK-nya sudah keluar. Yang bersangkutan juga tengah mengejar agar kasus yang ditanganinya selesai semua,” ungkapnya.
Soal dugaan mahasiswa ada sogok-menyogok, Ainor membantahnya. Karena di zaman ini, pastinya tak akan ada lagi aksi tersebut. “Ngga ada masalah sogok menyogok, jadi nggak mungkin, silahkan saja dicek. Seharusnya mahasiwa memberikan contoh yang baik, bukan membuat onar di Pengadilan Negeri,” pungkasnya.
Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menyidangkan kasus pemalsuan Akta Yayasan (Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun – YPUIC) yang namanya mirip dengan Yayasan yang sah tercatat di Kemenristek Dikti dan Dirjen AHU yaitu (Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun – YPPIC) sebagai pengelola Universitas.
Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan empat tahun penjara atas kasus tersebut. Terdakwa terbukti melanggar pasal 266 ayat 2 KUHP. “Terdakwa harus dihukum atas perbuatannya dan kami menuntut hukuman empat tahun penjara,” katanya usai melakukan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (19/9) lalu.(pk-in/red)

Loading...