Berikut 7 Kasus Kekerasan Yang Diduga Dilakukan Ojek Online

oleh -553 views

INDIKASINews, Jakarta — Video pengemudi ojek online mengeroyok pengendara mobil Nissan X Trail diunderpass Senen, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Video berdurasi 2,31 menit tersebut menampilkan puluhan pengemudi ojek online yang tampak membabi buta menyerang mobil putih tersebut.

Polisi sedang menyelidiki peristiwa ini. Dua penumpang mobil, yakni Andrian Anton dan Anton Leonard Ayal telah dimintai keterangan. ”Kami sedang kumpulkan fakta terkait kejadian ini,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu, Kamis (3/1/18).

Aksi anarkistis kelompok driver ojek online bukan pertama kali terjadi. Data media menunjukkan sejumlah aksi kekerasan melibatkan pengemudi ojekonline terjadi di berbagai tempat, mulai dari perusakan taksi konvensional hingga pangkalan ojek. Sebagian besar dipicu konflik dengan pengemudi angkutan konvensional.

Berikut sejumlah daftar kekekerasan kelompok driver ojek online:

1. Cengkareng, Jakarta Barat

Ratusan pengemudi ojek online menggeruduk pos satpam di Perumahan Mutiara Taman Palem Cluster, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, 10 Januari 2018. Mereka mengamuk dan merusak bangunan tersebut.

Aksi ini dipicu cekcok antara seorang pengemudi ojek online dengan satpam di perumahan itu sebelumnya. Satpam Berjuang Zaboa memukul pengemudi bernama Rudi karena tak bersedia meninggalkan KTP di pos satpam. Insiden ini pun memicu solidaritas driver online lainnya.

2. Bekasi Utara, Kota Bekasi

Ratusan pengemudi ojek online mengamuk setelah kendaraan milik salah satu driver ditendang tukang ojek pangkalan (opang) di Jalan IR H Juanda, Kelurahan Teluk Buyung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu, 17 April 2017. Penendang motor itu adalah Wahyu Pratama ini (31). Dia pun kemudian diburu pengemudi ojek online lainnya. Wahyu akhirnya mengalami luka memar di kepala dan tubuh setelah dikeroyok.

3. Jatinangor, Sumedang

Konflik antara ojek online dengan ojek pangkalan berujung aksi anarkistis. Pada Senin, 27 November 2017, sekitar 500 pengemudi ojek online mengamuk di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Mereka menyisir dan menghancurkan sejumlah pangkalan opang dan merusak beberapa sepeda motor.

Gerombolan ojek online makin membabi buta. Puluhan pengemudi ojek pangkalan menjadi korban pemukulan. Salah satu pengemudi ojek pangkalan bahkan menderita luka bacok di kepala. Aksi itu merupkan balasan dari aksi kekerasan yang dilakukan ojek pangkalan.

4. Kota Tangerang

Konflik antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot terjadi di Tangerang, Banten. Rabu, 8 Maret 2017, ratusan driver ojek online menyisir sopir angkot di beberapa ruas jalan dengan berkonvoi. Di Jalan Imam Bonjol, Karawaci, sebuah angkot yang terparkir di tepi jalan dirusak. Massa yang beringas menghantam mobil itu dengan kayu dan besi. Sebagian kaca rusak. Aksi ini juga balasan atas razia serupa yang dilakukan sopir angkot terhadap mereka. Sopir angkot yang tak terima dengan keberadaan ojek online melakukan penghadangan. Mereka juga mengintimidasi serta merusak helm pengendara ojek online. Kasus serupa terjadi di Bogor.

5. Palembang

Ratusan driver ojek online menggeruduk Universitas Bina Darma Palembang, Jalan A Yani Palembang, 27 November 2017. Mereka mencari seorang mahasiswa bernama Rudi Oktar yang mencaci maki keberadaan ojek online di akun media sosialnya. Massa memenuhi halaman universitas dan menuntut mahasiswa tersebut minta maaf.

6.Palembang

Lagi-lagi atas nama solidaritas ratusan driver onlineterlibat konflik dengan masyarakat. Kali ini ratusan pengemudi ojek online menggeruduk lokasi pembangunan flyover simpang Tanjung Api-api Palembang, Rabu, 22 November 2017. Sebelumnya pekerja proyek terlibat cekcok dengan seorang pengemudi online. Pekerja proyek kesal karena pengemudi itu tak mau diberhentikan sementara padahal ada alat berat sedang bekerja.

7.Jakarta

Aksi demonstrasi besar-besaran sopir taksi konvensional menentang keberadaan taksi online berdampak kerusuhan pada 2016. Di beberapa tempat, pengemudi taksi terlibat bentrok dengan driver ojek online. Di Dukuh Atas, Tanah Abang, sebuah taksi rusak parah. Secara keseluruhan 150 taksi rusak akibat bentrokan ini. Aksi sweeping juga terjadi di beberapa tempat. Para driver onlinemengaku geram dengan sikap pengemudi taksi konvensional.

Penulis: TH-IN
Editor: Tim

Loading...