Diduga Proyek Pekerjaan Jalan Oleh PT Enigma Wangi Persada Asal Jadi

oleh -284 views
Kayong Utara, INDIKASINews — Pekerjaan proyek peningkatan Jalan Kamboja Baru-Tanjung Satai, di Dusun Suka Maju Desa Kamboja Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, yang di laksanakan oleh PT Enigma Wangi Persada beralamat Jln. H. Rais A.Rahman Gg.Tiongkandang II Pontianak diduga tidak sesuai bestek dan terkesan asal jadi.
Sesuai dengan kontrak nomor. 602/PPK/PUPER.II/2017, tanggal 08 Juni 2017 dengan nilai Kontrak kurang lebih Rp.3.141.990.000 sumber dana DAK Kabupaten Kayong Utara Tahun Anggaran 2017 diduga dikorupsi, pasalnya proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan kontrak dalam mengunakan material seperti plastik CTB, yang mana seharusnya plastik tersebut dipakai untuk seluruh alas proyek tersebut, fakta dilapangan hanya dipergunakan disamping-samping perkerjaan proyek tersebut.
Mikrad Abdi selaku Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara di ruangan kerjanya menjelaskan kepada Indikasinews.com “Pelaksanaan pekerjaan pemasangan plastik alas CTB, seharusnya sesuai dengan Kontrak selebar 3 meter sama dengan lebar dan panjang CTB 3KM, pekerjaan CTB dengan ketebalan 20 cm. Katanya. (27/9/17).
Dampak dari pekerjaan proyek tersebut menyebabkan air semen larut terserap oleh tanah badan jalan akibat plastik alas CTB di bagian tengah tidak ada, sehingga daya lengket semen dengan pasir sangat tidak maksimal.
Mikrad Abdi menambahkan “Dan untuk pelaksanaan pekerjaan pemasangan kayu cerucuk pada badan jalan sepanjang 3 KM seharusnya menggunakan kayu cerucuk diameter 10–12cm serta panjang 4 meter dengan jarak pemasangan 50 cm sebanyak 11.401 batang serta pemasangannya dengan menggunakan alat berat jenis excapator sehingga tertanam sampai rata dengan permukaan badan jalan yang belum dilakukan penimbunan tanah kata. Tambahnya.
Jelas, PT Enigma Wangi Persada dalam pelaksanaan pekerjaan proyek peningkatan jalan diduga asal jadi dan terkesan asal-asalan, pemkab kayung utara harus menindak tegas dan memberikan sanksi kepada para pelaksana proyek yang dalam pekerjaannya terkesan ‘asal jadi’ tersebut. (A.Rhm)

Loading...