Diduga Pungli, Camat Jayapura Terancam Dipenjara

oleh -97 views
Sugiyarto, Camat Jayapura

SUMSEL, INDIKASINEWS.COM –   Sugiyarto, SE, MM, Camat Jayapura Kab. OKU Timur terancam masuk penjara karena tidak mengembalikan uang ratusan juta milik warga penggarap lahan kawasan Hutan Lindung KPH Mekakau Saka di Ds. Mendah. 

Data yang berhasil dihimpun menyebut bahwa, mencuatnya kasus ini diduga lantaran Sugiyarto selaku Camat ingkar janji tidak memenuhi kesepakatan pembagian hasil pungli dengan perangkat dan preman yang ada di Desa Mendah, akibatnya ada warga yang lapor ke Jaksa. 

Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri OKU Timur untuk melakukan pengusutan awal Pra Penyelidikan nomor: B.263/N.6.14.7/Fd.1/03/2018 tertanggal, 13 Maret 2018 seolah tenggelam ditelan bumi. 

Camat Jayapura Sugiyarto, saat ditemui di ruang Kerja Asisten I pada Rabu, 6 Februari 2019 lalu tidak menampik adanya pungutan uang tersebut. “Sudah saya cicil (angsur),” ungkapnya. 

Dalam kesempatan terpisah Sukirno (48) dan Poniran, selaku korban pungli menerangkan, bahwa pernah dipanggil pihak Kejaksaan serta disuruh Sugiyarto selaku Camat untuk berbohong bahwa uang tersebut sudah dikembalikan dengan cara diangsur. 

“Jumlah total uang tersebut Rp. 392 juta ada bukti setor dan catatanya,” ungkap Kirno.

Lain lagi dengan keterangan Kiyai H. Ngadino yang juga sebagai korban serta pimpinan salah satu Pondok Pesantren ini yang mengatakan belum sama sekali sdr. Sugiyarto mengembalikan sejumlah uang tersebut. “Memang, pernah menemui saya merengek-rengek minta tolong ketika menghadapi proses hukum dari Kejaksaan atas Pengaduan Pungli,” kata Pak Kiai.

Tapi sayang, lanjuta Kiyai, ketulusan hati kami membantu sdr. Sugiyarto selaku Camat agar lepas dari jeratan hukum justru sekarang membuat kami tidak tenang, lahan garapan di kawasan Kehutanan di wilayah Kerja Sugiyarto jadi sengketa bahkan belum masuk daftar program PS (Perhutanan Sosial) program Pak Jokowi. 

Sekda OKU Timur Jumadi ketika ditemui mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Camat Jayapura.

“Kami akan segera panggil Camat Jayapura agar secepatnya menyelesaikan persoalan ini, kami sudah sering mengingatkan Sugiyarto agar berhati-hati dalam pelaksanaan program kerja yang berkaitan dengan tanah kawasan Kehutanan,” kata Sekda. (sp)