DPR RI Ajukan Anggaran Rp 5,7 Triliun untuk Bangun Kompleks DPR

oleh -145 views
Jakarta, INDIKASINews — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajukan anggaran Rp 5,7 triliun pada Tahun Anggaran 2018 menuai kritikan. Dana sebesar itu bakal dipakai membangun kompleks DPR di lahan bekas Taman Ria Senayan.
Ilustrasi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengkritik keinginan angggota DPR untuk membangun gedung baru senilai Rp 5,7 triliun. Melalui akun Twitter pribadinya, @mohmafudmd. Menurut Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut, mengatakan bahwa permintaan wakil rakyat tersebut akan ditolak mentah-mentah oleh publik.
“Untuk apa membangun gedung baru DPR sampai 5,7 trilliun? Itu tidak feasable. Dulu (2009) 1,7 trilliun saja ditolak rakyat, apalagi 5,7 trilliun,” kicau Mahfud.
Menurut Mahfud, gedung DPR yang sekarang masih bagus dan layak. Ia pun heran dengan keinginan para anggota dewan yang ngotot untuk membangun gedung baru.
“Gedung DPR yang ada sekarang masih sangat bagus. Untuk apa, sih?
Mahfud juga tidak setuju dengan rencana DPR membangun perpustakaan mewah. Sebab, perpustakaan yang ada kini juga tidak ada manfaatnya dan terbengkalai.
“DPR juga mau membangun perpustakaan mewah. Padahal sekrang perpustakaan sudah digital. Selama ini juga tak banyak guna perpustakaan di DPR, sepi mulu,” tegasnya
Meskipun demikian, Mahfud paham bahwa DPR memiliki hak untuk mengajukan anggaran kepada pemerintah, tetapi pemerintah juga punyak menolak anggaran tersebut.
“Meski DPR punya hak budget tapi Pemerintah, atas dukungan rakyat, bisa menolak keinginan membangun gedung baru DPR. Yang dulu pun bisa dibatalkan, kok,” pungkasnya.
Gedung DPR sudah tak layak
Permintaan pembangunan gedung baru dikarenakan gedung DPR, utamanya Gedung Nusantara I sudah tidak layak dan memadai lagi karena selain bangunan sudah lama dan miring, penghuni Gedung Nusantara I sudah over load.
“Sudah saatnya dibangun gedung baru tapi tidak perlu mewah. Soal ukuran ruangan anggota DPR tak jadi masalah besar atau kecil,” kata Ketua MKD DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Komplek Parlemen, Jakarta
Pasanya, kata politisi Gerindra itu, dirinya pernah terjebak dalam lift saat turun dari lantai 17. “Tiba-tiba liftnya begitu cepat turun langsung ke lantai 14. Lalu berhenti. Saya waktu itu bersama Muslim Ayub terjebak. Kita kehabisan oksigen. Akhirnya pintu lift dibuka paksa, saya dan pak Muslim ditarik keluar,” ujarnya.
Kejadian serupa tidak hanya sekali dialami Dasco. Sebelumnya juga pernah terjadi dua kali.
Apa yang disampaikan oleh Dasco juga dialami anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu dan Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
Keduanya pernah merasakan anjloknya lift di Gedung Nusantara I DPR RI yakni saat rapat paripurna tanggal 20 Juli, saat usai rapat paripurna DPR RI yang mengesahkan RUU Pemilu.
Begitu usai rapat paripurna DPR RI, seluruh anggota DPR RI kembali ke ruang masing-masing yang berada di Gedung Nusantara I. Di Gedung Nusantara I tersebut hanya tersedia 4 lift khusus untuk anggota DPR RI.
“Saat masuk lift yang berada di lantai 1, tiba-tiba lift anjlok ke basement. Kita yang didalam kaget dan teriak-teriak ketakutan,” kata Ahmad Muzani.
Rencana pembangunan gedung ditunda dua kali
Rencana pembangunan gedung baru DPR RI telah beberapa kali mengalami penundaan karena berbagai hal dan kepentingan, termasuk adanya tekanan dari LSM-LSM.
Pada saat DPR RI dipimpin Marzuki Alie, rencana pembangunan gedung baru ditunda. Begitu juga saat dipimpin Setya Novanto, juga mengalami penundaan. (smr/rn-red)

Loading...