Eks Ketua KNPI Kota Serang Kembali Ditangkap Polisi

oleh -362 views
Banten, INDIKASINews — Vonis empat tahun penjara atas penyalahgunaan narkotika tidak membuat jera Sony Pawitan. Mantan Ketua KNPI Kota Serang yang baru bebas dari tahanan itu kembali harus merasakan dinginnya ruang penjara setelah diciduk petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten, Sabtu (7/10/17) malam di Lingkungan Kaujon, Kelurahan Serang, Kota Serang, atas kepemilikan sabu-sabu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, anggota Ditresnarkoba Polda Banten menggerebek Sony di rumah orangtuanya di Jalan Jayadiningrat, Kaujon, Kota Serang, sekira pukul 23.00 WIB. Polisi menemukan sebuah plastik bening dari saku celana yang dikenakannya. Diduga plastik bening itu berisi sabu-sabu. Polisi kemudian mengamankan Sony ke Mapolda Banten.
“Sony betul itu. Barang buktinya memang sedikit (satu paket-red). Sekarang masih di kantor diperiksa,” kata Direktur Resnarkoba Polda Banten, Kombes Pol. Yohanes Hernowo dihubungi wartawan, Senin (9/10/17).
Yohanes mengaku, pihaknya hingga kemarin masih terus mendalami kasus kepemilikan sabu-sabu. “Masih dikembangkan, barang itu diperoleh atau dibeli dari mana? seperti itu,” jelas Yohanes.
Sebelumnya, Sony pernah diciduk oleh anggota Subdit II Ditresnarkoba Polda Banten pada Kamis, 7 Febaruari 2013. Anak pengusaha ternama di Kota Serang itu ditangkap setelah polisi menciduk rekannya bernama Ari Wardana di teras rumah Sony Pawitan di Jalan Jayadiningrat, Lingkungan Kaujon, Kota Serang. Dua paket besar ganja seberat 1,5 kilogram disita dari Ari Wardana.
Sementara, saat menggeledah kediaman Sony ditemukan empat paket ganja ukuran sedang seberat 330 gram. Dua paket sabu-sabu seberat 2,33 gram dari dalam kamar Sony. Selasa, 9 Oktober 2013, di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Sony dijatuhi pidana penjara selama empat tahun. Sony juga dibebani membayar denda Rp800 juta subsider satu bulan kurungan.
Majelis hakim PN Serang menilai Sony terbukti telah memenuhi dakwaan subsider kesatu Pasal 111 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dakwaan ketiga Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pada putusan itu, Sony diperbolehkan mengikuti pengobatan selama proses pidana penjara lantaran mengidap komplikasi HIV, AIDS, lever, dan paru-paru. (pk-red)

Loading...