FPI: Anies-Sandi Harus Berani Tutup Seluruh Tempat Maksiat di DKI Jakarta

oleh -234 views
Jakarta, INDIKASINews — Seluruh elemen Front Pembela Islam (FPI) menolak segala bentuk kemaksiatan terutama di wilayah DKI Jakarta.
Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI Jakarta Habib Novel Bamukmin menegaskan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tidak boleh lemah serta harus membasmi kemaksiatan di wilayah Ibukota ini, apalagi Jakarta sudah berulang kali menjadi tempat pesta kaum homo seksual.
“Iya gubernur dan wakil gubernur harus berani menutup tempat yang dimana terdapat ada praktek prostitusi karena kami umat Islam dari berbagai elemen dan ormas siap mengawal beliau,” ujar Novel kepada Media di Jakarta, Minggu (5/11/17).
Habib Novel menilai segala bentuk kemaksiatan harus diperangi sejak awal kepemimpinan. “Karena kalau tidak dimulai dari sekarang, Jakarta akan tenggelam oleh industri maksiat dan menjadi benar-benar pusat maksiat karena saat ini saja kurang lebih 300 tempat yang diduga melakukan praktek prostitusi,” bebernya.
“Sehingga gubernur serta wakilnya harus cermat dan teliti agar jangan salah langkah sehingga menjadi kriminalisasi dan perlu diberikan solusi agar para pekerja sex bisa benar-benar meninggalkan dan beralih propesi dengan menjadi pekerja yang halal,” ulasnya lagi.
Selain itu menurut Novel, pengaruh negatif jangan terus dibiarkan menular. “Memang kemaksiatan sex ini boleh dikatakan seusia sejak manusia diciptakan akan tetapi kita harus berupaya membasmi karna akan banyak menimbulkan efek negatif terhadap moral anak bangsa dan menjadi peredaran tertularnya berbagai macam penyakit,” terangnya.
Ditambahkan lagi, “Dan ini menyebabkan negara ini jauh dari pada keberkahan karena menyimpang dari agama dan dasar negara kita yaitu pancasila,” pungkas Novel.
Sementara itu Yuliana (40) warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengaku terganggu dengan kemaksiatan di Jakarta.
“Bukan itu saja mas, kemaksiatan tidak saja mengganggu saya. Tetangga saya juga bisanya hanya ngoceh, tidak jauh dari rumah dia kan ada kos-kosan sudah jadi tempat prostitusi (terselubung), tapi belum ditindak aparat hukum,” ungkapnya.
Menurut ibu dari tiga orang anak ini, nanti kalau sudah ada kejadian maka aparat hukum akan bertindak.
“Biasanya kalau sudah ada yang mati di tempat itu, buru-buru mulai ada tindakan. Selalu kan seperti itu,” kata Yuliana. (ht-in/red

Loading...