Ini Surat Setya Novanto Menolak ‘Dicopot’ Dari Ketua DPR dan Ketum Golkar

oleh -220 views
Jakarta, INDIKASINews — Novanto melawan dorongan pencopotan dari balik jeruji. Dia menulis surat untuk menolak pencopotan, baik dari Ketua DPR maupun Ketum Golkar.
Surat pertama ditujukan kepada pimpinan DPR RI. Di surat itu, dia meminta tak dicopot dari kursi Ketua DPR dan statusnya sebagai wakil rakyat dipertahankan. Surat itu bertanggal 21 November 2017. Berikut ini kutipan surat tersebut:
Mohon pimpinan DPR RI lainnya dapat memberikan kesempatan saya untuk membuktikan tidak ada keterlibatan saya. Dan untuk sementara waktu tidak diadakan rapat… (tak terbaca), sidang MKD terhadap kemungkinan menonaktifkan saya baik selaku Ketua DPR-RI maupun selaku anggota dewan.
“Saya belum lihat suratnya, tapi kita tak terpengaruh dengan surat apa pun karena ini sudah diputuskan karena rapat pleno inilah yang memiliki kewenangan sesuai dengan anggaran dasar pasal 19 di mana dikatakan bahwa DPP Partai adalah tertinggi dalam melaksanakan keorganisasian secara kolektif,” kata Ketua Harian Golkar Nurdin Halid saat memimpin rapat pleno di kantor DPP, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, tadi malam (21/11).
Rapat pleno Partai Golkar memutuskan Setya Novanto tetap menjabat Ketua Umum dan Ketua DPR hingga adanya putusan praperadilan. Keputusan ini diambil setelah rapat digelar selama kurang-lebih 5 jam.
“Kemudian yang kedua bahwa posisi Ketum Bung Setya Novanto di DPR menunggu adanya hasil praperadilan yang dilakukan oleh Bung Setya Novanto,” kata Plt Ketum Golkar Idrus Marham. (dtk-in/red)

Loading...