Jelang Konferensi Asia Afrika, Jaipong dan Karedok Manjakan Tamu Negara

oleh
117 views
Jakarta, INDIKASI News — Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 19-24 April yang digelar di Bandung Jawa Barat, ada berbagai ciri khas bangsa ini disuguhkan untuk memanjakan seluruh delegasi atau peserta. Diantaranya, kebudayaan dan kuliner nusantara. 
Dari unsur kebudayaan, ada sejumlah tarian yang bisa disajikan kepada para Kepala Negara dari sejumlah negara, seperti, tari jaipong, tari pendet, tari Bali dan tarian asal Papua. Sedangkan, kuliner, Indonesia terkenal memiliki menu makanan yang bisa diandalkan mulai dari Sabang sampai Merauke. 
“Dua kelebihan yang dimiliki Indonesia, yakni tarian dan kuliner bisa diandalkan untuk memanjakan para tamu undangan yang tergabung di Konferensi Asia Afrika itu. Mengingat belum tentu negara lain punya kekayaan tarian dan kuliner seperti Indonesia,” kata pengamat budaya, Isti Nugroho, Kamis (16/4/15). 
Isti mengambil contoh, tari Jaipong merupakan kebanggaan masyarakat Sunda yang sudah mendunia dengan gerakan tubuh dipadu dengan hentakan gendang. Apalagi tari jaipong bisa dilakukan oleh banyak orang, sehingga jika para penari itu kompak melalukan gerakan akan menghasilkan tarian yang menghibur.

“Itu baru satu tarian yang kita keluarkan. Belum tarian-tarian lain yang lebih unik dan menarik, seperti tarian asal Papua yang begitu unik. 

Jika kita tampilkan tarian tersebut, tentu akan lebih menaikkan pamor Indonesia di mata dunia,” tuturnya. 
MUSIK TRADISIONAL 
Selain tarian, Isti menambahkan, sebaiknya pemerintah Indonesia bisa menyajikan musik tradisional yang dikolaborasi dengan musik modern. Misalnya, parade angklung atau gamelan yang di kolaborasi dengan band-band handal, sehingga menghasilkan irama musik yang kontras namun tetap khas Indonesia. 
“Nah itu yang perlu dipikirkan oleh para seniman kita, bagaimana unsur musik Indonesia tak hilang. Justru yang menonjol adalah musik tradisionalnya,” tambah Isti.

Indonesia juga dikenal memiliki kekayaan aneka kuliner yang tersebar diseluruh penjuru daerah. 

Ada gudeg dan pecel (khas Jawa), karedok, gado-gado, asinan (khas Sunda), pepes ikan, semur daging, atau rendang Padang yang memiliki rasa dan aroma khas Indonesia.

“Kekayaan makanan itu juga bisa kita tampilkan kepada para tamu undangan di KAA. 

Saya yakin mereka sudah bosan makan spagheti, aneka roti atau sejenisnya. Mereka tentu ingin mencicipi makanan andalan kita, karena bukan tidak mungkin mereka bakal ketagihan setelah acara KAA selesai,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) berencana akan menyajikan sajian makanan istimewa bagi peserta KAA. Aher mengaku tidak akan asal tunjuk untuk memilih menu yang bakal jadi suguhan tamu negara. 

Namun pihaknya tetap menjagokan makanan khas Sunda sebagai menu hidangan andalan.

“Kita ingin yang istimewa sehingga Bandung ini sebagai ibukota Asia-Afrika tidak hanya urusan secara umum, tapi makanannya pun jadi keunikan tersendiri ketika mereka pulang ke negaranya masing-masing,” kata Aher. (ht)