Kades Tugu Mulyo-OKI Resah Adanya Oknum LSM ‘Pemeras’

oleh -275 views
ist

INDIKASINews, OKI — Anggaran Dana Desa (DD) merupakan bagian penting dalam ikhtiar mempercepat kemajuan desa serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan ini akan terhambat bila aparat desa dan masyarakat tidak siap bahkan takut menggunakan bantuan dari pemerintah pusat ini.

Kebijakan strategis Pemerintah menggelontorkan dana desa, pada kenyataannya tidak semua kades yang senang dengan bantuan ini. Sejumlah kades berdalih ancaman jeratan kasus korupsi dalam menggunakan dana desa kerap menghantui, terlebih lagi, sering terjadi intervensi dari oknum LSM atau oknum yang mengaku wartawan kerap meminta sejumlah uang.

“Ancaman jeratan kasus korupsi membuat tidak semua desa senang dengan gelontoran dana desa. Sejumlah kades justru meminta sebagian dana yang diterima dialihkan ke desa lainnya,” ungkap Kepala Desa Tugu Mulyo Kecamatan Lempuing Irpandi saat dihubungi, Rabu (5/12/18).

Menurut salah satu penerima penghargaan desa terbaik se-Indonesia ini, meskipun pelaksanaan program yang bersumber dari dana desa telah dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan, namun kekhawatiran terjerat korupsi tetap menghantu.

Disambungnya, dengan kekhawatiran ini, dirinya berpendapat lebih baik tidak menerima dana sama sekali ketimbang harus melaksanakannya, Kalau begini terus, lebih baik dananya ditiadakan sajalah biar kami tenang. Meskipun secara teknis dan pelaksanaan sudah diatur, menggunakan dana desa tetap berhati-hati,” tuturnya.

Menurutnya, kucuran dana desa mencapai ratusan juta bahkan beberapa desa ada yang memperoleh lebih dari 1 Miliar Rupiah per tahun justru memicu kekhawatiran terhadap oknum LSM atau yang mengaku sebagai wartawan. Dengan dalih pengawasan penggunaan dana, oknum tidak segan melakukan intervensi bahkan pemalakan.

“Oknum tersebut kerapkali memaksa meminta uang dengan jumlah tertentu sebagai kompensasi atas dugaan kebocoran dana desa. Padahal, setiap hasil pembangunan dan penggunaannya dipasang di tempat umum untuk diketahui sekaligus sebagai kontrol sosial masyarakat,” ungkapnya.

Tidak itu saja, Irpandi juga mengungkapkan kegundahan penghasilan kades yang menurutnya belum memadai jika dibandingkan dengan beban kerja.

“Tugas kepala desa 24 jam nonstop melayani masyarakat, tetapi penghasilan masih jauh dari cukup,” terangnya.

Terhadap curhat Irpandi di sejumlah media, menuai perbedaan pendapat yang disampaikan Anggota Lembaga Komite Pemberantas Korupsi Perwakilan OKI Ustra Harianda. Dirinya menilai pernyataan Kades Tugu Mulyo kontra produktif dengan semangat Pemerintah Pusat dalam memberikan kewenangan desa untuk mengatur dan mengelola desanya sendiri agar terciptanya pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

“Adanya dana desa ini, sudah semestinya kades patut bersyukur. Karena melalui program kemandirian desa dapat terwujud. Bukan malah bersikap sebaliknya,” katanya.

Pelapor dugaan korupsi oknum Kades Gajah Makmur Sungai Menang AH yang sekarang telah menjadi tersangka ini mengatakan selagi kades dan perangkatnya menghindari praktik korupsi, tidak ada alasan untuk takut menggunakan dana desa.

Ustra mengutarakan analisanya berdasarkan beberapa temuannya di sejumlah desa. Menurutnya, selama ini kasus yang sering menjerat para kades hanya karena adanya kesalahan administrasi sehingga kasusnya bisa diselesaikan dan tidak diproses secara hukum. Namun jika ada unsur korupsinya maka aparat penegak hukum berhak menindaklanjutinya.

“Sampai disini sudah jelas, selagi para kepala desa dan semua kalangan yang diberikan amanah dalam mengelola dana desa tidak melakukan praktik korupsi dalam pengalokasian dana, maka tidak akan diproses secara hukum,” terangnya.
.
Sambung dia, pelaksanaan penggunaan dana desa tidak sepenuhnya dibebankan hanya pada kadesnya saja, melainkan dibantu banyak pihak yang terlibat. Baginya cukup menggelikan jika masih ada kades yang menyatakan keinginannya menolak dana desa, “Jika tidak sanggup menjalankan program pemerintah, kadesnya lebih bagus mundur saja. Masih banyak calon kades yang mumpuni,” ujarnya.

Penulis: BS-IN
Editor: Red