Kasus ITE, Kasasi Buni Yani Ditolak Mahkamah Agung

oleh
64 views
Buni Yani. (doc)

INDIKASINews, Jakarta — Kasasi terdakwa kasus ITE, Buni Yani, ditolak Mahkamah Agung (MA), Kasasi yang diajukan oleh terdakwa Buni Yani ditolak oleh majelis hakim di Mahkamah Agung. Penolakan ini diketahui dari laman resmi MA yang tayang Minggu (25/11/18).

Dalam putusannya MA menyebutkan menolak dengan perbaikan permohonan kasasi Buni Yani.
“Tolak Perbaikan,” demikian lansir situs MA, Minggu (25/11/18). Hanya saja belum diketahui berapa lama hukuman yang harus dijalani Buni Yani.

Hakim yang menangani kasus ini diketua majelis Sri Murwahyuni dengan anggota MD Pasaribu dan Eddy Army. Vonis ini diketuk pada 22 November 2018.

Buni Yani harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran celotehannya di dunia maya. Pada Rabu (23/11/16) dia ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait isu SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan).

Bekas dosen sebuah kampus swasta di Jakarta itu terjerat kasus pidana akibat tiga paragraf yang dia tulis di akun Facebook-nya. Tulisannya, yang merupakan statusnya di Facebook itu, dianggap telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Pada 6 Oktober 2016, Buni mengunggah penggalan video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu. Dalam video berdurasi 30 detik itu, Buni membubuhkan keterangan yang kini dianggap telah memprovokasi dan mencemarkan nama baik.

Penggalan video dan keterangan yang diunggah Buni (55 tahun) itu langsung menjadi viral di media sosial. Video tersebut menjadi buah bibir di masyarakat karena perkataan Ahok dalam video itu dianggap telah menistakan agama. Buni dinilai telah melakukan provokasi. Buni lalu dilaporkan ke polisi oleh Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot pada 7 Oktober 2016.

Setelah ditetapkan jadi tersangka Buni Yani lalu diadili di Pengadilan Negeri Bandung. Pada 3 Oktober 2017 Jaksa menuntut Buni Yani dengan dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Buni Yani dinilai terbukti bersalah atas kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Namun oleh hakim, Buni Yani 14 Novemver divonis 1 tahun 6 bulan namun tidak langsung ditahan, Ia lalu mengajukan banding yang tetap ditolak sehingga mengajukan kasasi dan juga ditolak.