Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1, KPK Akan Periksa 3 Pejabat PT PLN

oleh -14 views
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

INDIKASINews, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga pejabat PT PLN. Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir.

Perjabat PT PLN yang dipanggil penyidik KPK ialah Senior Manager Pengadaan IPP II PT PLN Mimin Insani, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Wiluyo Kuswidharto, dan Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Ahmad Rof.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (26/4/19).

Selain tiga pejabat PT PLN, lanjut Febri, penyidi KPK juga memanggil Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Henky Heru Basudewo sebagai saksi.

Sebelumnya, KPK resmi menatapkan Sofyan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Sofyan diduga membantu anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif, Eni Maulani Saragih, dkk menerima hadiah atau janji dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Atas itu, Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terkait perkara ini, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, pun baru saja divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Bukan cuma itu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar tersebut juga dikenakan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Tindap Pidan Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan, Idrus terbukti menerima suap bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

Eni pun telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurunngan. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu dolar Singapura.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo selaku terdakwa pemberi suap diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara. Bukan cuma itu, Johanes juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Penulis: TRI-PK
Editor: Red