Keluarga Besar Masjid Al-Ikhlas Bejina Kepulauan Aru Maluku Gelar Halal Bihalal 1443 H

oleh -113 views

INDIKASINews, ARU — Keluarga besar Masjid Al-Ikhlas Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru melakukan Halal Bihalal dengan tema “Menjalin Silahturahim Antar Umat Beragama”, Halal Bihalal 1443 H berlangsung di Masjid Al – Ikhlas, Selasa, (10/05/2022).

Hadir pada saat itu, Ustad Itriyadi Fatukaloba, S,pd, Kepala Kantor Agama Kecamatan Aru Tengah, H. Muhamad Farish Tjopowano, SE, Imam Masjid Al – Ikhlas Baco Nomay, Perwakilan Camat Benjina, Perwakilan Kapolsek Benjina, Ketua Majelis Jemaat Elim Benjina, Pdt. Ny. E.L Pical/Hukom, S.Si, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Dusun Fafakula, Ketua Dewan Kasih Kristus Raja Benjina, Ketua Jemaat GPDI Benjina, Sekretaris Desa Benjina, Hans Engkesa, Ketua BPD Desa Benjina, Hendrik Djala, SE, Beserta undangan lainnya.

Sambutan Ustad Itriyadi Fatukaloba, S,pd, mengajak umat Muslim dan Kristiani untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan hubungan yang baik.
” Kita patut bersyukur, karna pertemuan ini, dapat terlaksana tidak setiap hari kita bisa bertemu seperti ini, ini tidak terlepas dari ridha dan berkah yang di berikan oleh Allah SWT. Saya berharap tali silaturahim dan hubungan yang baik tetap kita jaga.” Ucapnya.

Sambutan Kepala Kantor Agama Kecamatan Aru Tengah, H. Muhamad Farish Tjopowano, SE mengatakan, pertama – tama marilah memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, karunia, serta nikmatnya yang tak pernah bisa kita hitung, sehingga pada hari ini kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri acara Halal Bihalal di tempat ini, Shalawat dan salam kita semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Mengapresiasi lestarinya Halal Bihalal di Indonesia saya menilai Halal Bihalal dapat mengeratkan kohesi sosial dan memperkuat moderasi, Halal Bihalal adalah tradisi memperkuat moderasi, pemahaman keagamaan yang moderat terus berkembang di Indonesia antara lain buah dari tradisi ini, ada 4 indikator penguat moderasi beragama : Anti kekerasan, Komitmen, Kebangsaan, Toleransi, Dan Ramah Tradisi.

Halal Bihalal salah satu tradisi khas Indonesia yang harus dilestarikan, Halal Bihalal ini adalah wajah kita, Indonesia yg toleran, saling menghormati kepada sesama pemeluk agama. Tidak ada sekat dalam Halal Bihalal, semua pemeluk agama saling maaf memaafkan tanpa melihat status atau agama seseorang maka lebaran juga untuk semua orang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Halal Bihalal diartikan sebagai maaf memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, yang biasa diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang, Berhalal Bihalal artinya bermaaf-maafan pada saat lebaran.
Meski Halal Bihalal Khas Indonesia namun berasal dari bahasa Arab, secara historis istilah Halal Bihalal di munculkan Muassis Jami’iyyah NU,KH.WAHAB CHASBULLAH, sebagai pengganti kata Silaturahim yang di anggap biasa, untuk mengatasi konflik antara tokoh politik pada masa pemerintahan presiden Soekarno.

Konteks ini, semakin menekankan substansi moderasi beragama dalam Halal Bihalal, baik dalam aspek komitmen kebangsaan, kekerasan, maupun toleransi.
Bahwa potensi konflik perlu dikelola dengan baik agar tidak melunturkan komitmen kebangsaan, tidak berujung pada tindakan kekerasan, dan justru bisa di ubah menjadi energi positif untuk terus merajut toleransi beragama.
Pendiri bangsa kita menentukan salah satu caranya yang kemudian mentradisi sebagai Halal Bihalal ada keterkaitan yang erat antara kata Halal Bihalal dengan esensi silaturahim.
Kata HALAL BIHALAL atau HALALA mempunyai makna yang berkisar pada menyelesaikan kesulitan, mencairkan, yang beku, melepaskan yang membelenggu.

Melalui Halal Bihalal disaat lebaran ini di harapkan terjadi perubahan suasana dari satu keadaan kepada keadaan yang lain, dari beku menjadi cair, dari sulit menjadi mudah, dan dari terikat menjadi terlepas, makna ini bisa di capai di antaranya dengan cara saling maaf memaafkan.
Halal Bihalal sangat relevan menjadi momentum penguatan moderasi beragama yang menjadi salah satu program prioritas MENTERI AGAMA. Halal Bihalal menjadi momentum merajut persaudaraan, namun seberapapun perbedaan yang ada hal itu tidak boleh berujung pada tindak kekerasan, intoleransi, apalagi sampai menghilangkan komitmen kebangsaan, menjadi tugas kita bersama untuk terus menguatkan moderasi beragama.

Selain itu sambutan Ketua Majelis Jemaat Elim Benjina Pdt. Ny. E.L Pical/Hukom, S,si, mengatakan Puji syukur patut kita naikan kehadirat Tuhan yang maha kuasa yang memperkenankan Bapak Ibu dan saya ada ditempat ini. Dan kalau kita di perkenankan Tuhan untuk untuk melepaskan Pujian syukur dan hormat untuk semua kegiatan yang dilakukan saat ini, itu semua karna kemurahan Tuhan. Kalau kita belajar sejarah, di ketahui bahwa penggagas istila Halal Bihalal ini, tadi kita dengar dari kepala KUA itu dimunculkan muassis Jami’iyyah NU,KH.WAHAB CHASBULLAH dan Bung Karno pada tahun 1948 istilah ini lahir di tengah kondisi politik yang kala itu sangat tidak sehat, terkait dengan itu diadakanlah pertemuan yang bertujuan Halal Bihalal di Istana Negara, Di mana semua partai politik dan semua tokoh-tokoh masyarakat dari berbagi penjuru berkumpul untuk saling memaafkan dan saling menghalalkan Sebagai saudara sebangsa dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja sebagai babak baru untuk susun kekuatan dan persatuan bangsa.

Saat ini ditempat ini, kita hadir dengan berbagai latar belakang kemajemukan baik agama, Suku, Budaya, dalam momentum Halal Bihalal. Bukan karna ada persoalan sebagaimana di tahun 1948, melainkan karna kita bersepakat untuk membina tali silaturahim antar sesama.

Saya kira silahturahim itu ibadah salah satu Habib yang di sampaikan imam besar, imam hakim barang siapa yang senang di perpanjang umurnya, di luaskan rezekinya dan di jauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahim, saya kira ini penting.

Mari kita dekatkan tali persaudaraan yang kita rasa putus, oleh begitu sibuknya urusan kita, urusan keseharian kita, urusan berbagai hal-hal kesibukan rumah tangga kita tali persaudaraan di dalam kekuatan semua kita, yang akan menghantar kita pada tatanan kehidupan yang berdamai sejahtera.

Sebagai Ketua Majelis Jemaat GPM Elim Benjina, saya menyampaikan penghargaaan dan terima kasih, kepada basudara yang beragama Muslim dalam hal ini, Imam Al- Ikhlas, Imam Al- Amin, Ketua Panitia Ismail Afu, melalui koordinasi bersama dengan penatua Dolfinus Eiwury sebagai penanggung jawab seksi Pengembangan Oikumene Semesta di Jemaat GPM Elim Benjina, salah satu program kerja lintas agama kita lakukan saat ini dalam momentum bersilaturahim bersama dengan basudara yang beragama Muslim.

“Kebersamaan itu penting, keyakinan Islam atau Kristen itu, urusan kepercayaan masing-masing individu. Sehingga kegiatan acara Halal Bihalal keluarga besar Masjid Al – Ikhlas Kabupaten Kepulauan Aru dapat menjalin kebersamaan, mempererat tali persaudaraan dalam kemajemukan itu sangat penting”, Ungkapnya. (CADA. M)

Loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.