Kemenperin: Kerja Sama IA-CEPA Akan Ditandatangani

oleh -494 views
Foto: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kanan), dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan AO (Kiri)

INDIKASINews, Jakarta — Kementerian Perindustrian mendorong percepatan penyelesaian perundingan dalam kerangka kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Setelah sebanyak 11 putaran perundingan dilaksanakan sejak Maret 2016, diharapkan tahun ini IA-CEPA bisa difinalisasi.

“Kami berharap dengan rencana Perdana Menteri Australia datang ke Indonesia pada Juli nanti, IA-CEPA bisa ditandatangani. Pasalnya, sebagian besar isu terkait sektor industri yang dibahas sudah selesai dan disepakati kedua belah pihak,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan AO di Jakarta, Kamis (31/5).

Menperin menyebutkan, misalnya Australia sudah menyetujui jika Indonesia ingin menerapkan Tariff Rate Quota (TRQ) untuk produk baja gulungan canai panas atau dingin (hot/cold rolled steel coil). “Namun untuk in-quota harus diberlakukan automatic import licensing. Selain itu, Australia bersedia mengeliminasi seluruh (100%) pos tarifnya saat perjanjian mulai berlaku,” tuturnya.

Airlangga meyakini, adanya kerja sama bilateral yang komprehensif ini akan meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia ke Australia. “Bagi Indonesia, ekspor produk manufaktur yang tengah kita pacu adalah tekstil, clothing dan footwear. Jadi, kita sedang minta bea masuknya bisa diturunkan, karena sekarang dikenakan sebesar 10-17 persen. Kalau bisa dihapuskan atau menjadi nol persen,” paparnya.

Kemenperin mencatat, volume perdagangan RI-Australiasepanjang tahun 2017mencapai USD8,53 miliar, lebih tinggi dibanding tahun 2016di angka USD8,45 miliar. Sedangkan, total nilai perdagangan kedua negara pada periode Januari-Maret berkisar USD2,03 miliar.

Loading...