Ketua Koperasi Wira Mandiri Diduga Tilep Dana Koperasi Miliaran Rupiah

oleh -440 views
Karimun, INDIKASINews — Gonjang ganjing dalam tubuh kepengurusan Koperasi Wira Mandiri Kundur Karimun Provinsi Kepulauan Riau dan tidak jelasannya kegiatan Koperasi akhir-akhir ini mulai terkuak setelah sebelumnya dalam RAT 2013 lalu laporan pertanggung jawaban pengurus tidak diterima oleh anggota karena terjadi ketidakwajaran dalam penggunaan dana Koperasi oleh ketua yang belum jelas pertanggungjawabannya sehingga Koperasi merugi. 
ILUSTRASI
Dalam laporan tahunan tersebut juga terdapat berbagai kegiatan dan transaksi dengan jumlah yang cukup besar namun tidak melalui rapat pengurus seperti pembelian lahan di Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara Karimun dengan nilai pembelian hampir Rp. 1 Miliar. 
Abdul Rohim selaku ketua Koperasi dinilai oleh sebagian pengurus selalu bertindak gegabah, dan terlalu berani berspikulasi dalam bertindak tanpa perhitungan yang matang dalam mengelola modal para insvertor dan jarang melibatkan pengurus lain dalam mengambil keputusan penting dan strategis seperti pengeluaran kas Koperasi untuk pembelian aset-aset yang bergerak maupun tidak bergerak, pemberian pinjaman tanpa agunan kepada nasabah, penggunaan dana talangan kepada pihak ketiga sehingga terkesan Abdul Rohim tidak mempertimbangkan resiko tinggi bagi Koperasi dengan tindakannya tersebut, seperti kredit macet dan beban bunga yang tinggi. 
Ketika ditemui wartawan beberapa waktu lalu menyangkut perkembangan Koperasi akhir-akhir ini Abdul Rohim menyatakan siap pasang badan untuk menyelesaikan segala permasalahan Koperasi Wira Mandiri, karena hasil petemuan pengurus yang melibatkan juga Dinas Koperasi Kabupaten Karimun menyatakan ketua Ko¬perasi Abdul Rohim masih diberi kesempatan tenggang waktu sam-pai dengan bulan Juni 2015 untuk menyelesaikan segala yang menjadi tanggungjawabnya termasuk melunasi pajak kepada negara dan tak kalah pentingnya yang harus di selesaikan oleh Abdul Rohim adalah memperjelas dokumen-dokumen aset kepemilikan bukan atas nama karyawan Koperasi yang terjadi seperti sekarang ini, juga menyangkut tagihan kepada nasabah Koperasi atau kredit macet atas jaminannya. 
Sementara itu Baharudin Atan salah seorang pengurus Koperasi menyatakan bahwa Abdul Rohim sudah jarang kelihatan batang hidungnya lagi di kantor. “Kami ini ibarat anak ayam kehilangan induknya, kegiatan koperasi sudah bisa dikatakan lumpuh total soalnya sebagian anggotanya sudah banyak yang mengundurkan diri itupun kami tidak mampu mengembalikan simpanan suka rela mereka karena kas dalam keadaan kosong,” demikian menurut baharudin yang sengaja di temui dijalan Hang Lekir Kundur Utara. 
Koperasi Wira Mandiri menurut pembukuan tahun 2012 sebenarnya mampu meraup keuntungan sebesar Rp. 1 Miliar lebih, namun justru pada edisi laporan keuangan priode 01 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2013 Koperasi mengalami kerugian, bahkan dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan sampai saat ini koperasi masih memiliki tanggungan beban PPn 10 persen selama tahun 2009 sampai den¬gan 2014 kepada negara sebesar Rp. 3.053.783.551,-yang masih belum dibayar, memang jumlah yang cukup fantastis, mengingat dalam RAT 2012 sebelumnya tidak pernah terungkap bahwa koperasi memiliki beban hutang pajak sehingga koperasi mampu meraup Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp. 1.004.427.073,84 berdasarkan laporan yang diperkuat Auditor In-dependen yang ditandatangani Drs. Khairul Ak. 
Adanya beban pajak yang harus di bayar oleh Koperasi apalagi dengan jumlah mencapai Rp. 3 miliar lebih tersebut mengindikasikan bahwa Ketua Keperasi Wira Mandiri tidak mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai anggaran dasar dan angga¬ran rumah tangga koperasi, dalam hal ini diketahui beberapa kegiatan Koperasi yang dijalankan tidak berdasarkan musyawarah dan mufakat melainkan atas inisiatif pribadi Abdul Rohim sendiri misalnya proyek penggemukan ternak sapi, budidaya ikan lele jumbo, proyek agro industri, pembelian beberapa aset tanah tanpa perhitungan yang matang sehingga semua kegiatan yang menyedot miliaran rupiah modal koperasi tersebut mengalami kerugian total, demikian keterangan salah seorang anggota Koperasi di Karimun. 
Yang lebih parah lagi dalam penggunaan dana baik yang ada di Kas Koperasi maupun yang masih di Bank Abdul Rohim di duga kuat tidak melalui mekanisme yang ada padahal jelas bahwa dari sumber yang layak di percaya menyebutkan bahwa Koperasi Wira Mandiri yang terdaftar berbadan hukum nomor: 74/BH/KWK/- 4/5.1/IX/1996 tertanggal 18 September 1996 yang disahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departe¬men Koperasi dan PPK Propinsi Riau yang awalnya di pimpin pada waktu itu M.Yusuf Noor Effendi sementara Sekretarisnya Tundjilal M dengan kegiatan usaha Koperasi dalam bidang penyaluran tenaga kerja, toko sembako dan simpan pinjam berjalan cukup baik dan sangat membantu bagi keperluan sekitar 500 anggotanya, namun setelah beberapa tahun dan priode dibawah kepemimpinan Abdul Rohim sampai saat ini seperti ada tanda-tanda bahwa Koperasi sudah diambang kehancuran, alasannya sangat jelas, selain beban hutang pajak sebesar Rp. 3 Miliar lebih Koperasi yang sudah babak belur ini pun harus membayar denda keterlambatan pajak sebesar Rp. 150 juta dalam setiap bulan, demikian paparan salah seorang anggota yang enggan disebutkan namanya. (dar)

Loading...