Komisi I DPR-RI TB Hasanuddin: 5 Ribu Pucuk Senjata Api Ilegal Timbulkan Keresahan di Masyarakat

oleh -246 views
Jakarta, INDIKASINews — Pernyataan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo terkait importasi ilegal 5 ribu pucuk senjata api yang dilakukan kelompok tertentu dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu membingungkan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat luas .
Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin, 5 ribu pucuk senjata api itu sama dengan kekuatan 4-5 batalyon tempur. Jadi, sambung TB Hasanuddin, ucapan Panglima TNI soal masuknya ribuan senjata ilegal dapat menciptakan rasa tidak aman di masyarakat, mengingat peruntukan senjata itu tidak jelas.
“Kalau pengadaan senjata untuk TNI atau Polri itu legal dan jelas tercatat dalam anggaran Negara (APBN ) . Nah, ini 5 ribu pucuk senjata api ilegal, siapa yang memesan? Untuk siapa? Dan untuk apa?” katanya di Jakarta, Ahad ( 24/9/17).
TB Hasanuddin menambahkan, apabila informasi yang disampaikan Panglima TNI akurat, sebaiknya hal itu langsung dikordinasikan saja dengan aparat kemanan dan institusi lainnya yang terkait dengan masalah keamanan negara.
“Menurut prosedur yang saya tahu , kalau memang benar bahwa ada indikasi akan masuk 5 ribu pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi, sebaiknya dikordinasikan dulu dan di-cross check dengan aparat lain, seperti, Menhan , Kapolri, , Kepala BIN, dan Menkopolhukam.”
“Kalau perlu dilaporkan langsung kepada Presiden untuk diambil tindakan pencegahan atau kalau perlu diambil tindakan hukum,” sambungnya.
Untuk itu, TB Hasanuddin menyarankan agar ke depan harus lebih berhati-hati lagi dalam merilis berita sensitif , terlebih lagi yang menyangkut masalah keamanan dan keselamatan negara .
“Mewartakan kepada media sebelum ada kepastian dan tindakan hanya membuat ketakutan rakyat. Kalau benar ada ancaman, ya diselesaikan,” pungkas TB Hasanuddin.
Sebagai informasi, dalam acara ‘Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/17), Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia.
Ada yang menduga pernyataan Gatot tersebut terkait rencana pembelian 10 ribu pucuk pistol oleh Polri. Kepolisian berniat membelinya dari PT Pindad, akan tetapi perusahaan senjata plat merah tersebut baru memiliki separuhnya. Sayangnya, Panglima TNI tidak memberikan info secara rinci mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan, sehingga pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan sikap saling curiga. (smr/rm-red)

Loading...