Lagi-lagi Narkoba, Kampung Ambon Cengkareng Digerebek Polisi

oleh -338 views
Jakarta, INDIKASINews — Ada apa dengan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat? Kenapa di wilayah itu diduga masih saja menjadi sarang dan surga penikmat dan pengedar narkoba. Padahal, penertiban terus dilakukan, rehabilitasi terus digalakkan. Puluhan pelaku dan pengedar sudah ditangkap. Bahkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) akhir November 2014 lalu telah menyatakan kawasan Kapuk Pulo, RT 05/10 itu sudah bebas narkoba.
Kenyataannya, Kampung Ambon belum bebas narkoba. Tim Satuan Narkoba Kepolisian Metro Jakarta Barat menggerebek kawasan ini, Senin (7/8/17). Kapolrestro Jakarta Barat, Kombes Royce Hary Langie, mengatakan, dari penggerebekan tersebut polisi menangkap 29 orang yang terdiri dari 23 laki-laki dan enam perempuan beserta barang bukti berupa 22 paket sabu seberat 18 gram.
“Setelah melakukan penyelidikan tadi tim melakukan penindakan dan berhasil menangkap 29 orang yang diduga sebagai pelaku tindak penyalahgunaan narkotika,” kata Roycke di Mapolres Jakarta Barat, Senin malam.
Selanjutnya, mereka yang telah diamankan dikenakan tes urin yang hasilnya menunjukkan bahwa 25 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
“Kemudian di TKP ada salah satu tersangka berinisial HM yang melakukan perlawanan. Dia mengejar petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur. Sekarang yang bersangkutan berada di RS Polri,” ucap Royce.
Kepala Satuan Narkoba, AKBP Suhermanto, mengatakan, selain mengamankan 18 gram sabu-sabu, pihak kepolisian mengaku menyita sejumlah alat hisap sabu-sabu, uang tunai Rp 6 juta, sejumlah senjata tajam, dan telepon seluler.
Pemain Lama
Ketua Indonesia Narkotik Watch (INW), Josmar Naibaho mengatakan, untuk Kampung Ambon yang dikenal sebagai kampung narkoba memang ibarat ‘kumis dicukur tetap numbuh.’
“Tidak heran ketika dirazia maka peredaran narkoba di sana kian marak. Namun yang pasti sebagaimana prinsip dagang, sepanjang permintaan ada peredaran akan tetal berjalan. Apalagi banyak ‘pemain’ yang mendapatkan keuntungan dari bisnis narkoba.
“Mengingat area ini (Kampung Ambon) dulu adalah ‘lokalisasi’ narkoba, mungkin saja para pemain lama kembali bermain. Sehingga sangat dimungkinkan pemain lama yang sdh selesai menjalani hukuman main lagi dengan narkoba,” kata Josmar kepada Media, Rabu (9/8/17).
Josmar menuturkan, soal siapa dibelakangnya para pemain tersebut hampir semua pihak bisa mengetahuinya secara pasti. Karena yang ditangkap polisi selama ini hanya pengguna dan pengecer pengecer saja. Namun yang menarik lokasi Kampung Ambon di tengah ibu kota, dan selama ini tak jarang aparat kepolisian terlihat di lokasi. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa ada polisi tapi tidak membuat kawasan narkoba semakin hilang.
Steril
Seperti diketahui, pada 2014, Kampung Ambon diklaim BNN telah steril dari narkoba. Deputi BNN Bachtiar Hasanudin Tambunan mengklaim berhasil memberantas pengedar narkoba di kampung ini. Dahulu, kata dia, ada semacam lapak yang khusus untuk transaksi jual-beli, bahkan ada daftar harga yang disiapkan.
“Sekarang 42 lapak sudah ditutup, yang satu masih dipasang garis polisi dan 41 lainnya sudah menjadi warung untuk berwirausaha biasa,” ujarnya, Kamis, 27 November 2014.
Hal senada juga diungkapkan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan BNN M. Ali Azhar. Menurut dia, sempat tersisa tiga persen pengedar narkoba yang mencoba mengedarkan, “Tapi berhasil dicomot oleh kepolisian,” ujarnya.
Untuk tetap menjaga Kampung Ambon, polisi melakukan pengawasan ketat di sana. Kawasan itu dipasang kamera CCTV yang dipantau selama 1×24 jam oleh kepolisian di enam wilayah Jakarta Barat. “Kalau ada pendatang dengan gerak-gerik mencurigakan akan diperiksa oleh polisi yang bertugas,” ujar Ali.
Yeni Ritiau Napitupulu Ketua RW 07 setempat mengatakan bahwa awalnya berat untuk membuat kompleks bersih dari narkoba, namun sekarang kondisi sudah berubah. “Warga jadi terbuka dan percaya,” katanya. (smr/ht-red)

Loading...