LSM IGW: Pemprov DKI Nggak Becus Urus TransJakarta

oleh
57 views
Jakarta, INDIKASI News — Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Institution Government Watch (LSM IGW) Robiansyah. SH mengkritisi kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak becus mengurus bus Transjakarta karena kembali mesinnya terbakar sehingga menimbulkan horor atau ketakutan masyarakat. 
“Ini harus dilakukan investigasi secara komprehensif. Kebakaran bus Transjakarta harus diketahui sebab mengapa bus itu terbakar? Apakah di bakar oleh orang (human error) atau akibat aliran arus listrik dalam bus tersebut tidak baik sehingga terjadi korsleting (machine error). Sangat berbahaya, Belum lagi masalah jalur jalan Transjakarta yang kita lihat sehari-hari penuh dengan lobang yang cukup dalam, itu juga menunjang kerusakan Bus diantaranya Body Bus, bahkan bisa sampai ke arah mesin goncangannya akibat jalan yang tak mulus. ” ujarnya Kepada IndikasiNews.com,Kamis (2/4/15).
Dijelaskannya semua bus Transjakarta yang masih beroperasi harus diketahui masa waktu layak pakainya. Bagaimana juga mengenai kondisi bus, apakah terus dilakukan pemeriksaan rutin oleh mekanik dan engenering. Karena jika kondisi bus masih layak pakai, check kondisi mesin dan engeneringnya baik harus menjadi catatan.

Selain itu apakah bus yang dibeli dari China itu adalah bus bekas yang
di cat ulang agar keliatan baru, lalu dibeli Pemprov DKI dengan harga
sama seperti harga bus yang baru harus ditelusuri sehingga tidak
mengherankan terjadilah berbagai kejadian terbakarnya bus Transjakarta.

“Artinya ini pasti melibatkan oknum, khususnya pejabat pembuat komitmen akan kondisi bus tersebut. Perlu ditekankan masyarakat sebagai pengguna alat transportasi publik itu tidak gratis dan dapat menuntut pemerintah atas pelayanan yang tidak maksimal,” tegasnya. 
Dipaparkannya lagi masyarakat bisa melakukan dengan cara class action kepada pemerintah atas pelayanan yang tidak maksimal dan membahayakan keselamatan para pengguna.

“Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai suatu badan bisa menjadi pintu untuk gugatan masyarakat tersebut,” terangnya. (red)