“Main Dua Kaki”, SBY Akan Dukung Jokowi di Pilpres 2019?

oleh -221 views
Jakarta, INDIKASINews — Pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan momentum peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI di Istana Presiden, Kamis (17/8/17), menjadi sorotan publik. Bahkan, setelah upacara bendera, kedua mantan presiden itu terlibat perbincangan dan saling bersalaman. Perbincangan yang berlangsung di Istana Merdeka ini pun menjadi tanda tanya, mengingat selama ini keduanya disebut-sebut terlibat “perang dingin”. Sejumlah kalangan bertanya, apakah peristiwa salaman ini pertanda SBY akan mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019?
Peristiwa salaman dan bincang-bincang SBY dan Megawati itu menimbulkan spekulasi sejumlah kalangan di media sosial. Ada yang menyebut peristiwa itu sebagai pertanda semakin berpeluangnya dukungan SBY pada pemerintahan Jokowi dan dukungan Partai Demokrat kepada Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.
“Ini momentum langka. Kedua tokoh yang sudah sejak lama terlibat “perang dingin” atau tidak pernah berkomunikasi, saling bersalaman dan berbincang-bincang. Sepertinya ini pertanda SBY akan mendukung pemerintahan Jokowi dan akan mendukung Jokowi pada Pilpres mendatang,” kata pengamat politik Mirwan Syam.
Menurutnya, dalam politik semua bisa terjadi. Bisa saja pada Pilpres nanti PDIP dan Partai Demokrat melakukan koalisi, dengan pasangan Jokowi (PDIP/capres) dan Agus Hyudhoyono (Demokrat) sebagai cawapresnya.
“Sangat mungkin peristiwa salaman SBY dan Mega menjadi pembicaraan awal bagi kedua partai melakukan koalisi. SBY tentu menginginkan putranya Agus HY menjadi cawapres. Namun dalam dunia politik semua bisa berubah,” kata Mirwan kepada Media, Jumat (18/8/2017).
Namun Mirwan mengapresiasi peristiwa salaman tersebut. “Peristiwa ini akan menyejukkan dunia politik di Tanah Air. Sebaiknya semua tokoh politik saling berangkulan dan bekerjasama dalam membangun negeri ini,” ujarnya.
Main “Dua Kaki”
Sementara itu, pengamat politik, Ray Rangkuti menilai, sikap politik SBY terkesan “dua kaki”. Ia memandang, pertemuan SBY dan Megawati di Istana Presiden, tak cukup mengindikasikan sesuatu maupun arah politik kedepan.
Ray menilai, sikap Demokrat saat ini masih terlihat belum mantab. Terutama dengan Gerindra untuk 2019 mendatang. Hal itu bisa dilihat dari pertemuan Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) dan Jokowi pada Kamis (10/8) lalu.
“Jadi meskipun ada pertemuan SBY dan Prabowo, akan tetapi SBY mendorong anaknya bertemu dengan Jokowi. Jadi ada kesan SBY sekarang sedang memainkan dua kakinya,” jelas Ray di Jakarta, Kamis (17/8/17).
Karena itu menurut Ray, sikap Demokrat saat ini masih belum bisa diprediksi. “Dalam rangka itulah kita katakan bahwa semua posisi ini bisa berubah menjelang 2019,” katanya.
Terpisah, Koordinator Indonesian for Transparency and Akuntability, Agus Chaerudin, menilai,‎ peringatan HUT Proklamasi ke-72 mencatat sebuah moment berharga, ditengah konsumsi publik terhadap rivalitas sejati antara SBY dan Megawati. Namun menurutnya,‎ masyarakat umum meyakini karakter SBY yang sangat santun menunjukkan sikap patriot dan negarawan sejati, dibanding Megawati.
Peristiwa salaman itu, kata dia, menjadi isu arah dukungan politik Partai Demokrat bagi Jokowi, lebih disebabkan media framming pencitraan yang dilakukan tim media political pendukung Jokowi.
“Saya sangat meyakini karakter SBY menyalami Megawati hanya mengedepankan norma sopan santun Budaya Timur. Padahal, bukan baru saat ini SBY berupaya santun menyalami Megawati, dalam beberapa kesempatan, tapi selalu di hindari oleh Megawati yang dinilai masih ‘sakit hati’ terhadap tragedi Pilpres Era 2004-2009,” terang dia.
Untuk diketahui, pasca SBY menyatakan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan saat era Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Maret 2004 silam, keduanya disebut-sebut terlibat perang dingin.
Terlebih, saat SBY menyatakan maju sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2004 dan kemudian memenangkannya. Artinya, pertemuan keduanya di masa sekarang ini menjadi momentum membuka kembali sumbatan saluran komunikasi di antara mereka.
Pertemuan SBY dan Megawati di Istana Merdeka luput dari perhatian tamu yang hadir dan para wartawan.
Ketua Umum PPP Romahurmuziy, misalnya. Ia melihat ada SBY dan Mega di dalam Istana Merdeka. Namun, ia tidak melihat keduanya terlibat perbincangan, bahkan bersalaman.”Saya enggak lihat,” ujar Romi dilansir Kompas.com.
Tidak Menjawab
Saat wartawan mengonfirmasi pertemuan itu baik SBY dan Mega tidak memberikan jawaban. “Maaf, maaf. Baik-baik ya anak-anak, sukses selalu ya, terima kasih ya,” ujar SBY sembari menerobos kerumunan wartawan.
Megawati juga tidak menjawab ketika ditanya hal serupa. Megawati hanya duduk diam di dalam golf car yang ia tumpangi. Yang tersisa dari pertemuan Presiden Jokowi dengan mantan-mantan presiden dan wakil presiden di Istana Merdeka hanyalah foto bersama-sama. (smr/ht-red)

Loading...