Megawati Usung Risma di Pilgub Jawa Timur 2018?

oleh -171 views
Jakarta, INDIKASINews — Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta masukan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018.
“Saya meminta masukan sesuai dengan penugasan ibu Megawati kepada bu Risma. Soal masukannya seperti apa, masih dirahasiakan. Tunggu tanggal mainnya,” kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto seusai pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, kemarin.
Dia mengaku harus bertemu langsung dengan Risma untuk mengetahui ekspresi dan memastikan pesan khusus tersampaikan.
“Kalau melalui telepon kan sekarang tidak aman. Maksudnya, kalau pesan dari Bu Mega disampaikan melalui telepon, nanti yang lain mendengar,” katanya.
Hasto mengatakan bahwa pertemuannya dengan Risma khusus untuk berdiskusi dan menyampaikan pesan dari Megawati. “Bu Risma siap membantu yang menjadi gagasan besar Bu Mega.”
Menurut dia, kalau dilihat, Megawati dan Risma tidak hanya memiliki hubungan kepartaian, tapi juga hubungan persahabatan serta memiliki hobi yang sama.
Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menambahkan, DPP PDIP akan memutuskan kandidat yang diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 pada Minggu (15/10). Dan setiap kader, lanjut dia, harus mematuhi keputusan itu.
Terhadap kader yang tidak patuh, lanjut dia, bisa dikenai sanksi. “Sistem partai akan ditegakkan. Kalau ada pelanggaran disiplin, pasti akan ada sanksi. Ya dipecat,” ujarnya.
Adapun Risma menegaskan siap memenangkan kandidat yang dipilih DPP PDIP. Lalu, bagaimana bila DPP PDIP menunjuk dirinya maju dalam Pilgub Jatim 2018?
“Kita tunggu tanggal mainnya saja. Kalau urusan siap atau tidak, berat karena ini amanah,” katanya.
Adapun Ketua LPP PKB Jatim Thoriqul Haq berharap tetap bisa berharap berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Jatim.
Hanya saja, lanjut dia, PKB telah memastikan mengusung Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam pilgub. “PKB sudah final mengusung Gus Ipul, dan berharap PDIP bersama kami. Siapa pun yang diputuskan PDIP kami menghormatinya,” kata dia.
Adapun Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk -Guluk, Sumenep, Jatim, KH Abdul A’la Basyir mengkritisi penyerahan berkas dukungan terhadap Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jatim ke Presiden Joko Widodo saat mengunjungi pondok pesantren tersebut pada Minggu (8/10).
Seusai Presiden menghadiri peringatan Hari Perdamaian Internasional di pesantren tersebut dan hendak memasuki mobil, Ketua Aliansi Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren (Aspek) Madura KH Muchlis Muchsin menyerahkan dokumen berisi tanda tangan 1.000 ulama terhadap Khofifah.
“Orang itu tidak pakai ID card undangan. Saya tidak tahu apakah dia diundang atau tidak. Kalaupun diundang, berarti orang itu tidak tahu sopan santun,” terang Abdul A’la Basyir.
Terlalu vulgar
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengkritik aksi panggung pedangdut yang dihadirkan dalam sosialisasi bakal calon gubernur Arinal Djunaidi.
Pasalnya, aksi pedangdut yang didatangkan dari Ibu Kota DKI Jakarta dinilai terlalu vulgar. “Kami juga menyesalkan mengapa ini bisa terjadi. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi,” tutur Fatikhatul.
Fatikhatul juga meminta para kandidat untuk bersosialisasi secara patut. “Tidak perlu memberikan hadiah mobil atau lainnya. Itu sangat tidak mendidik,” tegasnya. (mi-red)

Loading...