Mengenal Lebih Dekat Aset Tanah dan Bangunan Setya Novanto

oleh -174 views
Jakarta, INDIKASINews — Tadi malam KPK mendatangi rumah Ketua DPR, Setya Novanto di Jl Wijaya XIII No. 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan paling elit di Jakarta.
Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung mencatat, saat ini rata-rata harga rumah baru di kawasan tersebut dengan luas tanah 1.000 meter persegi dan luas bangunannya 1.500 meter persegi harganya sekitar Rp 100 miliar. Namun jika kondisi rumah sudah tua lebih murah Rp 20 miliar yakni Rp 80 miliar.
Dari acuan tersebut, rumah Setya Novanto ditaksir berada di kisaran harga sekitar Rp 204,8 miliar. Namun tentunya pejabat publik seperti Setya Novanto kemungkinan besar punya aset tanah dan bangunan lebih dari satu. Berdasarkan Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diambil dari situs KPK, Setya Novanto memiliki 23 aset berupa tanah dan bangunan.
Berikut data kepemilikan aset tanah dan bangunan atas nama Setya Novanto seperti dikutip, Kamis (16/11/17).
1. Tanah dan bangunan seluas 418 meter persegi dan 400 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hibah. Perolehan 1991
2. Tanah dan bangunan seluas 763 meter persegi dan 800 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri dan hibah. Perolehan 1997
3. Tanah dan bangunan seluas 892 meter persegi dan 367 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1999
4. Tanah dan bangunan seluas 361 meter persegi dan 172 meter persegi di Jakarta Selatan yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1999 sampai dengan 2013
5. Tanah seluas 2.032 meter persegi di Kupang, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2009
6. Tanah seluas 1.390 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1997
7. Tanah dan bangunan seluas 290 meter persegi dan 190 meter persegi di Jakarta Barat, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2000
8. Tanah dan bangunan seluas 16 meter persegi dan 92 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2001
9. Tanah dan bangunan seluas 164 meter persegi dan 241 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1999
10. Tanah seluas 425 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1999
11. Tanah seluas 751 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1999
12. Tanah dan bangunan seluas 75 meter persegi dan 463 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 1995
13. Bangunan seluas 413 meter persegi di Jakarta Barat, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2002
14. Tanah seluas 1.259 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2003
15. Tanah dan bangunan seluas 890 meter persegi dan 654 meter persegi di Jakarta Barat, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2004
16. Tanah dan bangunan seluas 259 meter persegi dan 210 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2001
17. Tanah dan bangunan seluas 320 meter persegi dan 271 meter persegi di Bekasi, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2005
18. Tanah seluas 595 meter persegi di Jakarta Selatan. Perolehan 2011
19. Tanah seluas 3.480 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2008
20. Tanah seluas 465 meter persegi di Bogor, perolehan 2008
21. Tanah seluas 430 meter persegi di Bogor, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2008
22. Tanah seluas 376 meter persegi di Jakarta, perolehan 2008
23. Tanah seluas 365 meter persegi di Jakarta Selatan, yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan 2003. (dt-in/red)

Loading...