Menko PMK: Dorong Peningkatan Perekonomian Masyarakat Berbasis Budaya

oleh
97 views
Jakarta, INDIKASI News — Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendorong peningkatan sendi perekonomian masyarakat berbasis budaya. 
Salah satu upaya pemerintah adalah melalui upaya koordinasi dan sinergi di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan adalah Gerakan Masyarakat Usaha Berbasis Budaya (Gema Berbudaya). 
“Gema Berbudaya adalah gerakan bersama antara pemerintah dan rakyat dalam membangun usaha rakyat berbasiskan produk budaya, sehingga memiliki daya tahan dan menjadi pilar dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa dan membangun kepribadian budaya nasional,” kata Puan di Alun-Alun Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/4). 
Dalam kesempatan itu, Puan mendeklarasikan Sukoharjo sebagai Kabupaten Jamu di Provinsi Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Puan bersama sekitar 10.000 pelajar melakukan aksi minum jamu secara massal di Alun-alun. 
Ada beragam jenis jamu yang disajikan, di antaranya cabe puyang, beras kencur, daun pepaya, dan kunir asem. Bahkan, Menko Puan tampak dengan semangat menghabiskan jamu hingga tak tersisa. 
Acara di Alun-alun itu dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly, dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.
Puan menjelaskan, sasaran gerakan ini adalah membangun kecintaan terhadap produk dalam negeri sehingga akan meningkatkan produktivitas dalam negeri dan pada gilirannya akan memperkuat sendi perekonomian negara.
Pemerintah, kata Puan, menyadari bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat pada umumnya adalah masalah permodalan, bahan baku, pemasaran, kualitas, dan sertifikat. 
Pemerintah, lanjut Puan, akan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Melalui Gerakan Masyarakat Usaha berbasis Budaya ini, peran Pemerintah akan diarahkan pada kebijakan dan program yang memberikan pemberdayaan, pendampingan, akses permodalan, pengembangan pemasaran, dan peningkatan daya saing bagi pelaku usaha berbasis budaya,” ujar Puan. 
Dalam hal permodalan, kata Puan, terdapat sumber-sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha jamu, baik perbankan maupun non perbankan. 
“Dengan pendampingan dari Kementrian Koperasi dan UMKM akses permodalan dapat dibantu menjadi lebih optimal,” paparnya. 
Sedangkan, dalam hal meningkatkan kualitas produk, lanjut Puan, ada Kementerian Perindustrian yang dapat berperan dalam membantu Koperasi dan UMKM mengembangkan produknya. Demikian pula dalam hal pemasaran hasil, maka peran Kementerian Perdagangan dalam promosi produk akan mempercepat penguatan usaha masyarakat.‎ (sbs)