Oknum Guru SMP Nekat ‘Palsukan’ Data Agar Terbebas Dari Hutang

oleh
205 views
Foto: Data Surat Kematian Palsu

INDIKASINews, Rohil — Sunguh Ironis Oknum Guru SMP (LKMD) dan Penghulu Suak Temenggung Kec. Pekaitan, Kab. Rohil palsukan data Surat Pernyataan Kematian suami oknum guru SMP (LKMD) demi menyelamatkan sang suami dari jeratan utang piutang di salah satu Kodit CU MANDIRI tebing tinggi senilai Rp52 jt.

Oknum Guru Smp (LKMD) Berinsial (NE) dan oknum Penghulu Suak Temenggung Berinsial (K) Ikut Serta Bersama sama memalsukan data Surat Pernyataan Kematian yang berinisial IM (38), yang tak lain suami dari Oknum Guru SMP (LKMD) tersebut.

Agar si suami bebas dari Lilitan Utang dari (CU Mandiri Tebing Tinggi), lalu Penghulu Suak Temenggung Mengeluarkan Surat Pernyataan Kematian.

Dari data yang ditemukan indikasinews.com diduga keras oknum guru tersebut memalsukan surat kematian, dan sengaja dibuat untuk terbebas dari jeratan hutang.

Dari pihak ketiga oknum tersebut mengatakan kepada indikasinews.com “Memang benar surat tersebut ada dan dibuat” Ungkapnya.

IM yang tak lain suami dari oknum guru tersebut mengungkapkan “Kami membuat surat ini atas dasar suruhan dari oknum CU Mandiri. Ungkapnya.

Indikasinews.com mencoba meminta tanggapan terkait oknum guru yang diduga memalsukan surat kematian tersebut kepada pihak CU Mandiri via telepon selural dan menyatakan, bahwa dari pihak kami (CU Mandiri) yang menyuruh membuat surat kematian tersebut tidak benar.

“Terkait pihak kami menyuruh membuat surat kematian itu tidak benar pak,” Ungkap pihak CU mandiri.

Dari kejadian tersebut warga Suak Temenggung Kec Pekaitan Kab Rohil-Riau yang melihat kejadian tersebut merasa binggung dan kecewa akibat ulah oknum guru tersebut yang nekat membuat surat kematian untuk suaminya agar terbebas dari hutang piutang.

“Kami merasa heran dengan oknum guru tersebut pak, kok bisa-bisanya membuat surat kematian untuk suaminya agar terbebas dari hutang, sedangkan suaminya masih hidup,” Ungkap warga.

Warga meminta kepada pihak kepolisian menindak tegas oknum guru tersebut agar diproses secara hukum dikarekan sudah memalsukan data dan ‘menipu’ UD mandiri serta warga. tandas warga.

Penulis: JET-Tim
Editor: Red