Penyerobotan Lahan, SAD Gugat Bupati Batang Hari-Jambi di PTUN

oleh -214 views
Radani Cs lakukan gugatan terhadap Bupati Batang Hari-Jambi di PTUN.

INDIKASINews, Jambi — Melalui kuasa hukumnya Media Koran Penyelidik Kuropsi (M-KPK), Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, melakukan gugatan Pencabutan izin prinsip dan izin HGU yang dikeluarkan oleh Bupati Batang Hari Jambi (01/19).

Gugatan yang dilakukan oleh SAD Batang Hari-Jambi terkait lahan yang di kuasai atau penyerobotan oleh PT Indo Kebun Ungul (IKU) seluas 2.053 Hektar, lahan yang beralamat di Dusun Sialang Punguk, Kelurahan Desa Muaro Singoan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari-Jambi, adalah memang hak milik SAD Batang Hari-Jambi.

Gugatan nomor 43/G/2018 / PTUN.JBI yang dilakukan oleh Radani selaku ketua SAD di pimpin oleh Hakim Ketua Fadholy Hermanto, SH. MH dan Hakim anggota Ade Mirza Kurniawan. SH, A.Tauopik Kurniawan. SH. MH.

Radani melalui kuasa Hukumnya meminta kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi untuk mencabut dan membatalkan izin prinsip yang dikeluarkan oleh Bupati Batang Hari Jambi.

“Ini jelas dengan keputusan pengadilan tinggi Jambi nomor 127 tahun 2007. mengatakan memang lahan SAD yang berlokasi di Sialang Punguk Desa Muara Singoan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari-Jambi memang benar hak milik SAD,” ujar kuasa hukum.

“Belum lagi di perkuat oleh keputusan nomor 125 tahun 2007 mengatakan benar lahan yang ditanami okeh PT IKU itu milik atau hak warga Sialang Punguk Desa Muara Singoan, Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari Jambi,” Tegasnya.

Radani selaku Kepala Suku Anak Dalam (SAD) meminta keadilan untuk Suku Anak Dalam terkait dugaan penyerobotan lahan kami oleh PT IKU, agar dikembalikan kepada masyarakat Suku Anak Dalam SAD Batang Hari-Jambi karena kami sudah lama krisis pangan semenjak lahan kami sudah tidak

“Meminta keadilan yang seadil-adilnya untuk Suku anak Dalam tentang lahan kami yang di serobot oleh PT IKU dan kami meminta kembalikan lahan tersebut kepada masyarakat SAD karena kami sudah lama krisis pangan semenjak lahan kami sudah tidak ada lagi,” ungkap Radani.

Penulis: AJI-IN
Editor: Red