Penyidik KPK Diperiksa Polisi, Terkait Pencemaran Nama Baik

oleh -194 views
Jakarta, INDIKASINews — Terkait laporan Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan atas kasus dugaan pencemaran nama baik, beberapa penyidik KPK diperiksa polisi.
Menurut Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. meski telah naik ke tahap penyidikan namun status Novel Baswedan masih sebagai saksi terlapor. Saat ini, penyidik tengah memeriksa sejumlah ahli dan saksi yang mengetahui adanya kiriman email dari Novel yang menyebut Aris sebagai direktur terburuk.
“Nah, ini kan penyidik harus mengungkap kata-kata ‘terburuk’ itu adalah suatu penghinaan atau tidak. Sehingga itulah penyidik yang akan kumpulkan dan informasi soal itu. Baik ahli dan kami akan memeriksa beberapa saksi lainnya,” kata Martinus Senin, (4/9/17).
Selain itu, penyidik saat ini juga tengah mengumpulkan barang bukti tambahan. Kedepan beberapa saksi dari mantan penyidik KPK maupun yang masih aktif akan dilakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
“Sampai saat ini ada tiga saksi ya, selain Pak Aris ada dua orang lagi yaitu ada mantan penyidik di KPK, kemudian akan terus memanggil penyidik (KPK) lain yang terkait dengan saudara Novel,” tuturnya.
Martinus menjelaskan, dipanggilnya penyidik KPK untuk mengetahui email dikirim kepada siapa saja dan mengetahui isi daripada email itu sendiri. Meski begitu, Martinus masih enggan membeberkan materi pemeriksaan lantaran itu subtansi penyidikan yang tidak bisa disampaikan untuk umum.
“Tentu apa yang disampaikan itu memiliki hukum yang akan digunakan sebagai proses penuntutan dan persidangan. Tentu apa yang diucapkan penyidik ini sebagai berita acara yang akan menjadi bagian berkas perkara,” pungkasnya.
Novel dilaporkan Aris ke Polda Metro Jaya pada 21 Agustus 2017 lalu. Laporan tersebut diduga berkaitan dengan email atau surat elektronik yang dikirimkan Novel kepada Aris dan beberapa pegawai KPK. Dalam email tersebut Novel sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK keberatan terhadap mekanisme pengangkatan penyidik KPK dari Polri karena dianggap tidak sesuai aturan internal. (smr/pk-red)

Loading...