Perkuat Struktur Manufaktur, Kemenperin Dorong Industri Petrokimia di Indonesia

oleh -28 views
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Komplek PetrokimiaPT. Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Cilegon, Jumat (7/12).

INDIKASINews, Cilegon — Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor hulu sampai hilir. Sebab, industri petrokimiamenghasilkan berbagai komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk elektronika.

“Industri petrokimia sama pentingnya seperti industri baja, sebagai mother of industry. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Komplek PetrokimiaPT. Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Cilegon, Jumat (7/12).

Berdasarkan karakteristiknya, menurut Menperin, industri petrokimia dikategorikan sebagai jenis sektormanufaktur yang padat modal, padat teknologi dan lahap energisehingga perlu mendapat perhatian khsusus dari pemerintah untuk langkah pengembangan yang berkelanjutan.

“Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, telah ditetapkan industri kimia menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Untuk itu, Kemenperin mengapresiasi kepada PT. Lotte Chemical Indonesia yang telah merealisasikan investasinya membangun komplek petrokimia senilai USD3,5 miliar atau sekitar Rp53 triliun. Pabrik dengan luas area 100 hektare ini memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun. Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, 400 ribu ton polypropylene dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi.