Pesan Berantai Ancaman Bom di Beberapa Mall Hoax

oleh -837 views
Pesan berantai Hoax

INDIKASINews, Jakarta — Kepolisian RI membantah pesan berantai atau broadcast mengenai ancaman teroris dan minta masyarakat menghindari 15 mal di Jakarta dan lima pusat perbelanjaan di Surabaya. Juru bicara Polri menyebut pesan itu sebagai hoax.

“Itu tidak benar ya. Hoax,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal melalui pesan singkat, Senin, (14/518).

Salah satu pesan itu berisii imbauan agar masyarakat menghindari sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya yang harus dihindari hari ini dan besok. Pesan itu disebut bersumber dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Densus 88.
Ads by Kiosked

Baca: Ancaman Bom di Gereja Santa Anna Duren Sawit Hoax

Dalam pesan yang menyebar lewat media sosial itu masyarakat juga diminta menjauhi lokasi yang menjadi simbol Amerika seperti kedai kopi Starbucks dan restoran McDonald.

Info itu juga dibantah oleh Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. “Berkaitan dengan broadcast yang beredar, saya sampaikan tidak benar,” kata dia.

Namun, Argo membenarkan bahwa DKI Jakarta Siaga 1. Hanya saja, Siaga 1 itu berlaku di kalangan polisi, bukan di masyarakat.

“Artinya siaga 1 dilakukan oleh polisi adalah meningkatkan kewaspadaan,” ucap Argo.

Di Polda Metro Jaya, sejak pagi polisi mengetatkan pengamanan setelah pengumuman Jakarta Siaga 1 terhadap ancaman teroris. Bila sebelumnya orang hanya perlu menyerahkan kartu identitas sebelum masuk kantor polisi, sekarang akan diperiksa secara menyeluruh pada barang-barang yang dibawa dan dilakukan penggeledahan atau body checking.

Penulis: BU-TC
Editor: Red

Loading...