Polisi Temukan Sajam di Pintu Tol Slipi Diduga Milik Pelaku Tawuran Geng Motor

oleh -172 views
Ilustrasi

INDIKASINews, Jakarta — Polisi memastikan terkait adanya video viral ditemukan satu buah senjata tajam jenis celurit bukan pelaku begal.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru dalam conferensi pers melalui live streaming menjelaskan, kejadian bermula adanya tawuran antar dua kelompok kemudian dibubarkan oleh warga lalu mereka berlarian menyelamatkan diri.

Kemudian hingga kedapatan tiga orang pelaku dengan menggunakan sepeda motor yang kabur dari arah Grogol menuju Slipi dikejar oleh warga hingga melarikan diri hingga di pintu tol.

“Tiga Pelaku ini dikejar sampai pintu tol kemudian diteriaki oleh petugas pengamanan lalu pelaku membuang senjata tajam jenis celurit,” ujar Kombes Audie.

Polisi yang mengetahui hal tersebut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara hingga akhirnya mengamankan tiga orang pelaku

“Berdasarkan olah TKP, anggota mengamankan 3 orang diantaraya MRP alias FPM (16), TF alias ADM (16) dan RAP,” tambah Audie.

Dari hasil pemeriksaan, dua orang remaja MRP dan TF diamankan, sedangkan RAP hanya diperiksa sebagai saksi karena tidak membawa alat bukti

“MRP diketahui membawa senjata api jenis air soft gun dan TF pemilik celurit,” katanya.

Adapun barang bukti yanh diamanakan antara lain dua potong baju kaos dan dua potong celana panjang yang digunakan saat kejadian, satu unit ponsel, satu unit sepeda motor, 1 pucuk senjata api berikut perlengkapannya dan sebilah celurit bergagang kayu.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafo menambahkan, ketiga pelaku yang diamankan ini merupakan kelompok geng motor yang disebut namanya Tanjung Duren 23

Mereka berkeliling diseputaran wilayah Palmerah dan Tanjung Duren kemudian mereka bertemu kelompok geng motor Kota Bambu (Kobam) hingga terjadi tawuran di sekitat Jalan Tali

Karena aksinya menganggu warga sekitar, lalu warga melakukan pembubaran hingga mereka melarikan diri.

“Ketiga orang ini melarikan diri ke arah Slipi kemudian warga yang mengejar meneriakinya hingga membuat panik ketiga orang tersebut,” tambah Arsya.

Atas perbuatannya dua pelaku dijerat Pasal Undang-undang Darurat no 12 Tahun 1951 ayat (1) dan ayat (2).

Arsya mengatakan, kejadian ini nentuk keprihatinan di tengah pandemi covid-19 saat ini masih ada anak remaja yang melakukan tawuran.

“Kami harapkan kepada orang tua dan juga tokoh masyarakat turut membantu tugas Polisi dalam mengendalikan remaja agar tidak melakukan hal-hal terkait dengan pidana dimasa masa pandemi covid-19 ini,” katanya. (MW-IP)

Loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.