Preman SPBU Sampit Ngamuk, Warga dan Sopir Lapor Polisi

oleh -684 views
Sampit, INDIKASINews — Lagi-lagi preman parkir liar mengamuk lantaran tidak diberikan uang parkir dengan membawa tombak dan parang, sebut saja iwan (50) seorang preman parkir liar di area SPBU Jalan HM Arsyad KM 10 Sampit Samuda, Kotawaringi Timur Sampit-Kalteng.
Bukan hanya membuat resah para sopir pengisi BBM tapi juga meresahkan warga sekitar, para sopir truk dan container mengeluhkan adanya preman yang menjaga parkir tersebut yang membuat tarif parkir tak sewajarnya dan jika tidak diberikan preman tersebut marah bahkan mengamuk mengeluarkan senjata tajam dan mengaku seorang aparat.
“ya, saya (sopir-red) merasa waswas ketika mengisi BBM di SPBU dan berparkir disini, karna tarif parkir sangat mahal dan apabila dikasih uang kurang preman tersebut marah-marah mengeluarkan sajam dan mengaku seorang aparat” Ujar Sopir
Ilustrasi
Melihat kejadian ini warga setempat segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Mentawa Baru Ketapang dan polisi pun segera bergegas ke lokasi tersebut.
Kapolsek AKP Todoan Gultom membenarkan adanya laporan masyarakat terkait oknum preman yang mengamuk di area SPBU dan segera menurunkan anggotanya ke lokasi. Ungkapnya.
Tapi sangat disayangkan ketika polisi datang ke lokasi preman tersebut kabur sebelum polisi datang.
Warga sangat meyayangkan kepada oknum anggota polisi yang datang terlambat sampai tidak tertangkapnya preman sang pembuat resah sopir dan warga, bukan hanya itu! warga juga mengeluhkan tentang pernyataan oknum polisi yang diduga tidak professional kepada pelapor.
“ketika polisi datang preman tersebut sudah kabur, polisi juga datangnya terlambat jadi tidak tertangkap si preman tersebut lantas oknum polisi mengatakan Polisi nggak ikut makan enaknya tapi kalo sudah ada masalah ribut baru lapor polisi seakan-akan ungkapan oknum tersebut tidak profesional” kata warga.
“Dan seharusnya Oknum anggota polisi polsek mentawa baru ketapang bersikap PROMOTER, Profesional, Modern dan Terpercaya Jangan sampai PROMOTER itu hanya jadi jargon Polri semata jadi ‘slogan kosong belaka’ di hadapan warga dan masyarakat”. Tandas warga. (kry-in/red)
GMD Group:
Indikasinews.com
Koran Penyelidik Korupsi
Tabloid Bhayangkara Pers

Loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.