Proyek Tol Cisumdawu Masih Terkendala Pembebasan Lahan

oleh -603 views
Jabar, INDIKASINews — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih berupaya menyelesaikan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Sebab, jalan tol ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2019.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, meminta pembebasan lahan jalan tol Cisumdawu Phase III dilakukan percepatan. Pun lahan yang sudah tersedia dia meminta segera dikerjakan konstruksinya.
“Kontraktor harus segera melakukan konstruksi pada lahan yang sudah bebas. Faktor cuaca tidak boleh jadi kendala,” kata Arie di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).
Berdasarkan catatan Kementerian PUPR untuk seksi I Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Rancakalong) dari total panjang 12 km, dibutuhkan lahan seluas 194,3 hektare. Saat ini lahan yang sudah terbebas baru 37,4%.
Sementara untuk seksi II (Rancakalong-Sumedang) yang panjangnya mencapai 17 km, dibutuhkan lahan 413,88 hektare. Lahan yang sudah terbebas hingga sekarang mencapai 70,68%.
Untuk seksi III (Sumedang-Cimalaka) dari total panjang 3,7 km, dibutuhkan 50,24 hektare dan saat ini pembebasan lahan sudah 93,15%. Sementara seksi IV (Simalaka-Legok) dari total panjang 8,2 km dibutuhkan 188,2 hektare lahan dan yang dibebaskan baru 1,36%.
“Untuk seksi V, Legok-Ujung Jaya, dan seksi VI, Ujung Jaya-Dawuan belum ada pengadaan lahan,” katanya.
Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto, membeberkan mengatakan pengerjaan seksi I dan II Jalan Tol Cisumdawu akan dikerjakan dengan dana pinjaman dari China.
“Untuk seksi III sampai VI, pengerjaan jalan tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Citra Karya Jabar Tol,” tutup Sugiyartanto. (kmp-in/red)

Loading...