PT KEAFIP Ketapang Diduga Bangun Pabrik Tanpa Izin

oleh
154 views
Ketapang, INDIKASINews — Berdasarkan Surat Pemberitahuan Bupati Kabupaten Ketapang Kalbar Nomor 660/638/DPU-E,10/11/16, dan surat Pemberitahuan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 600/0097/PU-E.3 5/1/17 yang disampaikan kepada pihak PT.Ketapang Ecology And Agriculture Forestry Industrial Perk Desa Sungai Awan Kanan Kabupaten Ketapang. Pada poin 5 didalam surat Bupati tersebut menjelaskan bahwa dilarang melakukan kegiatan dalam bentuk apapun sebelum memperoleh izin resmi dari Pemerintah.
Menurut keterangan HRM selaku Karyawan perusahan tersebut kepada indikasinews.com diruang kerjanya “bahwa untuk izin memang benar masih dalam proses, tetapi untuk lebih jelasnya tanyakan saja kepada HN”, (24/11/16). Ujarnya.
HN juga selaku karyawan di perusahaan tersebut ‘Pengurus izin’, saat di konfirmasi beliau menjelaskan “Bahwa sudah ada izin”, namun disinyalir ada kejanggalan, izin yang diperlihatkan oleh HN bukanlah merupakan surat izin membangun (IMB) dan surat informasi lahan, diduga surat izin prinsip perubahan penanaman modal asing (IPPPMA).
Sedangkan surat informasi lahan dan izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang yang berkaitan dengan Rencana Tata Ruang dan Inpormasi lahan Wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan IMB dari Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Ketapang pada saat bangunan sudah berdiri diduga IMB belum terbit.
Kegiatan pembangunan pabrik dilaksanakan pada (2/16), diduga tidak memiliki surat informasi lahan dari Pemerintah Provinsi terkait dengan Daerah Irigasi Rawa (DIR) yang menyangkut wilayah kewenangan Provinsi Kalimantan Barat, dan diduga tidak memiliki Izin membangun (IMB) dari Kantor Pelayanan Terpadu Ketapang.
Dari hasil yang dihimpun HRM, HN, Surat Bupati Ketapang dan surat Gubernur Kalbar, Indikasinews.com berusaha konfirmasi Kepala Desa Sungai Awan Kanan melalui Via telepon dan mendatangi ke Kantor Desa namun tidak berhasil ditemui karena Kepala Desa Sungan Awan Kanan diduga enggan untuk ditemui.
Pembangunan pabrik yang berada di wilayah Desa Sungai Awan Kanan Kab. Ketepang diduga tidak memiliki izin dan ‘mengkangkangi’ surat pemberitahuan Bupati dan Gubernur, dan disinyalir adanya pembiaran dari oknum Kades dan Pemkab. (Rahman)