Rapid Test di Kecamatan Tambora Sepi Peminat, Sepi Wilayah

oleh -24 views
Ilustrasi

INDIKASINews, Jakarta — Test kesehatan berupa rapid test yang saat ini sedang digalakkan pemerintah menjadi fenomena tersendiri di kalangan masyarakat.

Bagaimana tidak, sedianya pemerintah melalui pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) berharap agar masyarakat dapat mengikuti rapid test gratis tersebut.

Bukan sekedar test kesehatan, namun upaya pemerintah ini juga untuk menekan penyebaran Covid-19 yang melanda Indonesia, bahkan dunia.

Namun apa jadinya jika niat baik pemerintah ini malah membuat sepi wilayah, bahkan tidak sedikit masyarakat yang keluar rumah lebih jauh hanya untuk menghindari rapid test.

Seperti yang terjadi di wilayah RW02, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Sejak sebuah surat yang dikeluarkan pihak Kelurahan Angke terkait jadwal rapid test Covid-19 menyebar lewat pesan berantai WhatsApp, masyarakat seakan takut untuk melakukan pemeriksaan. Mereka tak segan-segan untuk pergi jauh sementara dari rumah untuk menghindari rapid test. Bahkan beberapa warung makanan maupun warung sembako menutup dagangannya.

Ketika dimintai keterangan ke salah seorang warga RT09/02 bernama Irma mengatakan, isu yang ia dengar dari warga lain bahwa pemeriksaan akan dilakukan dari pintu ke pintu.

“Saya dapet info dari warga yang lain katanya rapid test dari pintu ke pintu,” ujar Irma.

Atas kabar ini, beberapa warga sontak bepergian ke luar rumah menjauh dari kediamannya, bahkan ada sebagian warga yang menutup pintu rumah.

Ketua RT09/02, Suherman mengatakan bahwa rapid test yang dilaksanakan bersifat tidak wajib.

“Mau ikut diperiksa silahkan, gak mau juga gak apa-apa,” kata Suherman menjelaskan.

Masyakarat sendiri khawatir dengan hasil test tersebut nantinya, karena mereka tidak mau ikut-ikutan terinfeksi.

“Saya mah khawatir aja, nanti sakit sedikit dianggap covid,” kata warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Inilah fenomena rapid test Covid-19 yang terjadi di masyarakat, karena virus yang sudah membunuh ratusan ribu orang ini termasuk virus yang mematikan, bahkan menular.

Berbagai negara, termasuk Indonesia pun bahu membahu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  (WL-IN)

Loading...