Ratusan Korban Penipuan Firts Travel Minta Jokowi Turun Tangan

oleh -78 views
Korban Firts Travel

INDIKASINews, Jakarta — Ratusan korban penipuan biro perjalanan haji dan umroh, Firts Travel siap beraksi di Istana Bogor, Jawa Barat. Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan menyelesaikan kasus Firts Travel yang telah memakan korban sekitar 65 ribu jamaah. Aksi akan digelar sebelum dilaksanakannya hari pencoblosan suara Pilpres, 17 April 2019.

Rizki Rahmadiansyah, kuasa hukum korban Firts Travel mengatakan, aksi digelar di Istana Bogor, karena ketika beraksi di Istana Negara, Jakarta, juga tidak ditanggapi oleh Jokowi. Oleh karena itu para korban penipuan Firts Travel berinisiatif untuk menggelar aksi di Istana Bogor dengan harapan Jokowi mau mendengar keluh kesah para korban penipuan travel milik Andika Surachman tersebut.

“Kita akan masuk Istana Bogor karena kemungkinan bisa didengar. Kalau ke Istana Negara (Jakarta) nggak pernah digubris,” ujar Rizki usai sidang gugatan perdata terhadap Andika Surachman di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Rabu (27/3/19).

Rizki menuturkan, semua pihak agar menutup kitab-kitab hukum yang di pelajari di fakultas hukum. Karena yang dilakukan Andika menyangkut para korban yang sehari – hari orang kecil yang berprofesi sebagai pedagang gorengan. Oleh karena itu pihaknya berharap Jokowi turun tangan agar aset Andika yang selama ini disita Kejaksaan Negeri Depok untuk diserahkan kepada para korban penipuan. Karena yang dilakukan Andika juga bukan kategori korupsi keuangan negara.

Sementara itu, salah satu korban penipuan Firts Travel, Elly Hasanah (57) mengatakan, Presiden Jokowi harus tahu bahwa yang diambil Andika bukan hasil kerja korupsi dari pemerintah. Yang dilakukan Andika adalah mengambil uang jamaah tapi kenapa pemerintah yang menguasai dan menyita asetnya Andika. Pemerintah harusnya segera mencairkan aset Andika untuk segera diberikan kepada korban.

“Kenapa harus disita sama pemerintah. Itu kan uang jamaah yang jamaahnya bukan dari kalangan orang gede-gedean. Tapi mereka, orang kecil-kecil yang sehari – hari berjualan gorengan, nasi uduk, tukang cuci yang meminta agar uangnya bisa kembali,” paparnya.

Penulis: SF-HT
Editor: Red