Sebanyak 35.000 Lebih Kendaraan Masuki Tol Manyaran Semarang

oleh -572 views
Suasana di Tol Manyaran Semarang, Jateng,

INDIKASINews, Jateng — Jumlah kendaraan yang melintas di jalur Tol Manyaran mengalami peningkatan pada H-6 atau enam hari menjelang Lebaran. Hingga Sabtu (9/6/2018) malam, tercatat sebanyak 35.689 lebih kendaraan telah memasuki pintu Tol Manyaran Semarang. Sementara untuk jalur sebaliknya atau yang keluar dari pintu Tol Manyaran tercatat sebanyak 26.431 kendaraan.

Dari jumlah volume kendaraan normal atau hari biasa di gerbang Manyaran, terdapat peningkatan rata-rata di jalur yang masuk sebanyak 20.800 atau sekitar 71 persen. “Untuk Jalur Bandung 16.900 atau ada peningkatan,” kata Deputi General Manager Operation Jasa Marga Semarang Johannes Mancelly, Sabtu malam.

Johannes memperkirakan lonjakan atau puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran atau besok. Pihaknya memperkirakan jumlah kendaraan mencapai 40.000 unit. “Hal ini mengingat pemerintah telah memberlakukan cuti bersama,” kata Johannes Mancelly.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan para pemudik yang masuk Kota Semarang melalui Tol Manyaran, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang akan memprioritaskan para pemudik dari Jakarta untuk masuk tol fungsional. Selain di jalur tol, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang juga mempersiapkan jalur dalam kotayang masuk melalui Fly Over Kalibanteng. Kendaraan para pemudik yang melintas akan diarahkan masuk melalui gerbang Tol Muktiharjo dan bergabung di Tol Salatiga.

Polrestabes Semarang mengidentifikasi ada empat lokasi yang harus diantisipasi saat jalur mudik Lebaran. Pertama di Fly Over Krapyak karena merupakan pertemuan antara arus dari tol fungsional dengan jalur tol yang eksisting saat ini. Kemudian di ujung Tol Krapyak, di simpang tiga yang juga merupakan arus pertemuan dari tol fungsional dengan jalur arteri. Selanjutnya, gerbang Tol Banyumanik karena ini merupakan gerbang tol utama masuk menuju Tol Semarang-Salatiga.

“Dan yang terakhir di jalur utara, yaitu di jalur Genuk Kaligawe karena ini merupakan jalur alternatif yang akan kami gunakan mana kali Krapyak sangat padat sehingga nanti kendaraan kami alihkan ke wilayah utara,” paparnya.

Penulis: WW-IN
Editor : Red

Loading...