Sekolah di Jakarta PTM Mulai Hari dengan Kapasitas 100 Persen

oleh -13 views
Foto: Ilustrasi sekolah di masa pandemi Covid-19.

INDIKASINEws, Jakarta — Pemprov DKI menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai hari ini, Senin (3/1/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menyebut kebijakan ini berdasarkan kalender pendidikan, bahwa tanggal 3 Januari 2022 merupakan hari pertama Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022, serta melihat kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta yang terkendali.

Adapun relaksasi kebijakan ini sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta dan merujuk pada SKB 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, serta SK Kepala Dinas Pendidikan No. 1363 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi Covid-19.

Menurutnya, PTM Terbatas itu akan dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan. Mulai dari capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80%, capaian vaksinasi dosis 2 pada masyarakat lansia di atas 50%, serta vaksinasi terhadap peserta didik yang terus berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan di tingkat kota/kabupaten.

“PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100% dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari. Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya, Minggu (2/12/2021).

Menurutnya, peserta didik yang belum dapat mengikuti PTM Terbatas di sekolah dengan alasan pertimbangan orang tua, makadapat memberi keterangan kepada sekolah. Peserta didik itu akan tetap memperoleh layanan pembelajaran secara daring, serta tetap mendapat hak penilaian.

Ia berharap orangtua dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan PTM Terbatas berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

Ia mengaku akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan Active Case Finding (ACF) atau melacak kasus secara aktif sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Jadi bila di sekolah ada yang terindikasi terpapar Covid-19, maka satuan pendidikan tersebut ditutup selama 3 hari. Selanjutnya pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Satgas Covid-19 di sekolah akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kelurahan dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

“Juga melakukan tracing kepada warga sekolah yang berkontak erat,” katanya. (HT-Red)

Loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.