Soal Kemaksiatan di Jakarta Kembali Menjadi Pembicaraan Publik

oleh -443 views
Jakarta, INDIKASINews — Pasca penutupan Hotel Alexis, soal kemaksiatan di Jakarta kembali menjadi pembicaraan publik. Sejumlah kalangan menyebutkan, dunia malam yang dihiasi dengan aksi judi dan prostitusi tumbuh subur di ibukota, terutama di kawasan Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Masalah prostitusi dan perjudian memang selalu menjadi pro kontra. Di masa Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, sempat diberlakukan lokalisasi perjudian. Dari bisnis ini pemerintah pun mendapatkan pendapatan tambahan untuk pembangunan kota ini. Kebijakan Ali Sadikin ini memang dinilai cukup kontroversial dan menimbulkan kecaman pada masanya.
Ilustrasi
Di era Gubernur DKI setelahnya masalah perjudian dan prostitusi tak tersentuh, terkesan ‘tutup mata’. Begitu pula halnya dengan kepolisian. Padahal kaum agamawan, ormas keagamaan sudah seringkali melakukan penggerebekan arena-arena perjudian. Tetap saja perjudian dan prostitusi tumbuh subut bak jamur di musim hujan.
Kini, era Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, para pelaku usaha harus berpikir seribu kali untuk melakukan praktek perjudian dan prostitusi. Buktinya Gubernur Anies Baswedan menghentikan izin usaha Hotel Alexis.
Anies tak mau membiarkan prostitusi ada di Jakarta. Pemprov DKI akan tegas dan tidak menginginkan Jakarta menjadi kota yang membiarkan praktik-praktik prostitusi. Dia memberi pesan kepada semua untuk tidak coba-coba, dan kalau ada yang coba-coba, akan tindak dengan tegas. Siapa pun, di mana pun, siapa pun pemiliknya, berapa lama pun usahanya, bila melakukan ini praktik-praktik amoral, apalagi menyangkut prostitusi, kita tidak akan biarkan.
Seperti diketahui, Pemprov DKI menolak daftar ulang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Penolakan itu tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8.
Kita mendukung pemimpin baru Jakarta untuk membersihkan kemaksiatan marak di Jakarta. Itulah sebabnya, Pemprof Dki dan aparat kepolisian harus menegakkan aturan. Banyak UU dan Perda yang menyatakan anti maksiat. Kita meyakini Anies dan Sandi bisa membawa Jakarta jauh dari kemaksiatan.
Meski dianggap tabu bagi beberapa orang, masalah perjudian dan prostitusi harus diberantas karena akan merusak moral bangsa, terutama ahlak generasi penerus.
Anies dan Sandi sudah memenuhi apa yang diinginkan dan menjadi aspirasi sebagian besar warganya. Tentu tak cukup hanya sampai disitu, warga meminta pemimpin baru Jakarta itu harus menutup semua hotel dan tempat hiburan lainnya yang menawarkan bisnis prostitusi dan perdagangan orang.
Kebijakan Anies tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis jelas sebuah bukti komitmennya untuk menjadikan kota Jakarta menjadi kota yang bebas dari praktik-praktik prostitusi dan praktik penyakit masyarakat lainnya.
Kita berharap pasca penutupan Alexis, Pemprov DKI harus benar-benar mengawasinya, jangan sampai kembali beroperasi secara diam-diam. Jangan sampai aparat keamanan tidak berdaya melakukan tindakan eksekusi dalam penegakan hukumnya.
Kita prihatin dengan semakin maraknya praktik kehidupan yang melanggar nilai-nilai agama, etika, estetika, dan susila. Berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran susila seringkali terjadi di masyarakat, mulai dari maraknya seks bebas, hubungan sesama jenis, pornografi, pornoaksi, penyalahgunaan narkoba, perdagangan orang, prostitusi dan lain sebagainya. (ht-in/red)

Loading...