Terkait Dua Anggota DPR Adu Jotos, MKD Siap Panggil

oleh
66 views
Jakarta, INDIKASI News — Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bila pihaknya akan segera memanggil kedua anggota DPR itu untuk dimintai keterangan atas insiden adu jotos itu. 
Namun sebelum melakukan pemanggilan, pihaknya akan mengadakan Rapat Pimpinan dengan para anggota MKD. “Keduanya pasti akan kita panggil. Tapi kita akan bahas dulu di Rapim dengan seluruh anggota baru kita ketindak selanjutnya,” kata Sufmi, Rabu (8/4/2015). 
Politisi Gerindra itu menjelaskan bahwa MKD akan melihat serta menilai dahulu seperti apa kejadian yang terjadi di ruang Komisi VII seperti ada pada pemberitaan di media massa soal aksi insiden ini.

“Ini kan perlu didalami kasusnya selain dari 2 pihak bertikai kita mesti tanya dari pihak lain seperti tim medis yang ada saat itu serta para saksi-saksi yang melihat kejadian itu,” tutur anggota komisi III DPR ini. 

Terkait dengan sanksi? Sufmi mengaku belum bisa menentukan sanksi apa yang bisa dijatuhkan kepada satu atau mungkin dua anggota DPR itu. Pasalnya hal itu nanti akan dikembalikan lagi pada hasil-hasil temuan MKD baik dari para saksi-saksi kedua belahpihak dan juga rapat pleno dari tiap-tiap anggota MKD itu sendiri.

“Sanksi belum kita putuskan karena mesti dikaji dulu permasalahannya. 

Tapi baik sanksi ringan sampai berat pasti ada yang jelas kita lihat dulu baru putuskan itu,” tutupnya.

Seperti diketahui, Dua anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terlibat perkelahian usai rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Gedung DPR, Rabu (8/4/15). 

Kedua anggota komisi VII DPR itu adalah Muljadi dari Fraksi Partai Demokrat dan Mustofa Assegaf dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Belum diketahui penyebab keributan keduanya. Salah seorang saksi mengatakan, keributan kedua orang itu hanya berlangsung singkat. 
Perkelahian berlangsung di bagian belakang ruang rapat.

Dua anggota polisi langsung turun tangan melihat perkelahian yang terjadi di belakang ruang sidang komisi VII itu. “Sampai pukul-pukulan, tapi enggak lama,” ujar saksi tersebut. 

Tak lama setelah kejadian, sebuah ambulans didatangkan dan diparkir tak jauh dari ruang Komisi VII. Petugas ambulans terlihat masuk ke ruangan sekretariat komisi VII dengan membawa sejumlah peralatan medis. “Memar-memar,” kata petugas ambulans itu usai masuk ke dalam ruang sekretariat. 
Namun saksi tidak dijelaskan siapa yang menderita luka memar. (ht)