Terkait Pernyataan, Sekjen PSI: Silakan Partai Berkarya Laporkan Saya ke Polisi

oleh
88 views
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni.

INDIKASINews, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mempersilakan Partai Berkarya melaporkan dirinya ke polisi terkait pernyataannya. Sebelumnya Toni menyebut pemimpin orde baru, Soeharto sebagai simbol korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Silakan Berkarya atau partai-partai yang mengidolakan ‎orde baru atau tokoh-tokoh semacam Pak Prabowo atau Pak Sandi mau memproses pernyataan saya ke pihak kepolisian, karena itu koridor hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/12/18).

Toni mengaku memiliki bukti atas pernyataan bahwa Soeharto merupakan simbol dari KKN. Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu menyebut dirinya bagian dari gerakan melengserkan Soeharto dari kursi Presiden setelah 32 tahun berkuasa.

“Tapi menurut saya akan lebih baik apabila kita jadikan pernyataan saya ini sebagai sebuah diskusi, saya siap diundang untuk membuktikan bahwa Soeharto adalah simbol KKN. Saya dulu aktif dengan teman-teman menurunkan Pak Harto, dan Pak Harto adalah simbol dari KKN dan yang ketika itu harus diturunkan karena negeri ini telah rusak oleh tiga kata itu KKN,” tandasnya.

Dukungan kepada Toni disampaikan koleganya di PSI, Tsamara Amani. Tsamara yakin Toni tidak takut dengan jalur hukum yang akan ditempuh partai pimpinan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu.

“Ya saya tahu Bro Sekjen ya, dia bukan sosok yang penakut, beliau memiliki data dan fakta yang jelas, saya pikir itu tidak perlu dilaporkan Karena banyak data dan bukti,” ujarnya.

Senada dengan Toni, Tsamara juga lebih memilih forum diskusi daripada harus membawa ke jalur hukum. Ketua DPP PSI itu menantang Partai Berkarya agar memberikan bukti bantahan bahwa Soeharto tidak melakukan KKN.

“Artinya kita buka ruang diskusi kalau Partai Berkarya merasa itu tidak benar. Silahkan Partai Berkarya tunjukan fakta dan data sebaliknya. Karena banyak fakta yang menujukan hal tersebut (Soeharto KKN). Jadi saya pikir kita hadapi saja, dan dipolisikan. Seperti itu bro sekjen bakal ketawa-ketawa saja,” tuturnya.

“Tapi sekali lagi sayang banget kalau hanya melaporkan tanpa adanya diskusi yang menarik,” pungkas Tsamara.

Penulis: IKB-PK
Editor: Red