Tidak Terdapat Barang Bukti Narkoba, Tiga Orang Diamankan Satnarkoba Polres Jakarta Pusat Selama Tiga Hari

oleh -640 views
Mapolres Metro Jakarta Pusat.

INDIKASINews, Jakarta — Dua Wanita berinisial TAS dan MN dan satu WNA berinisial KJS diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat pada Sabtu dini hari (31/8) dengan dugaan penyalahgunaan narkoba. Ketiganya diamankan di sebuah hotel di Jakarta. Hal tersebut dibenarkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Afandi.

“Iya benar mas (ada penangkapan-red),” ujar AKBP Afandi kepada media

Hingga Senin malam (2/9) pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti narkoba dan tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Sementara kami tidak menemukan bb (barang bukti-red) padanya mas, dan tidak ada bukti permulaan yang cukup, jadi tidak kami teruskan ke penyidikan,” lanjut AKBP Afandi melalui pesan singkat WhatsApp.

Menurut advokat Erik SH, seharusnya pihak kepolisian jeli melihat masalah ini, Jika memang tidak ditemukan barang bukti narkoba, mengapa harus menunggu tiga hari.

“Seharusnya pihak kepolisian sudah bisa melepaskan ketiganya lebih cepat karena tidak ditemukan barang bukti narkoba. Kenapa harus nunggu tiga hari,” ujar Erik kepada media.

Hingga Senin malam (2/9) sekitar pukul 19.00 WIB, menurut pantauan media, baru satu terduga berinisial MN yang meninggalkan Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Oknum Polisi Diduga Menghalangi Advokat Bertemu Calon Klien

Kepada awak media, Erik SH menerangkan bahwa dirinya sekitar pukul 00.57 wib mendapatkan kabar dari calon kliennya bahwa si calon klien diamankan pihak kepolisian. Namun saat akan menemui calon kliennya berinisial KJS (WNA) pihak kepolisian terkesan menghalang-halangi.

“Saya selaku advokat merasa dihalang-halangi tugas profesi saya untuk bertemu dengan calon klien Mr Kim (KJS-red), dengan alasan Mr Kim tidak perlu didampingi pengacara,” ucap Erik saat ditemui media.

Erik menambahkan, oknum polisi yang coba menghalang-halangi profesinya sebagai advokat berinisial HN, namun dirinya tidak mengetahui apakah oknum polisi yang ia sebutkan seorang penyidik atau penyidik pembantu.

“Oknum penyidik/ penyidik pembantu Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat diduga menghalang-halangi tugas profesi saya selaku advokat untuk bertemu dengan calon klien Mr Kim, padahal faktanya saat Mr. Kim saya paksa untuk ketemu saya, Mr Kim ketakutan dan meminta maaf berkali-kali kepada saya,” lanjut Erik menjelaskan.

Erik pun menunjukkan percakapan dirinya lewat pesan singkat WhatsApp dengan KJS yang isinya KJS meminta bantuan.

Tak hanya KJS, MN pun menghubunginya untuk meminta bantuan hukum.

Menurut Erik, MN dalam pesan singkatnya mengatakan klo dirinya diamankan polisi dengan barang bukti sabu.

“Iya, MN bilang kalau dirinya bersama KJS dan TAS diamankan polisi dengan barang bukti sabu,” tandas Erik.

Hal yang disampaikan Erik berbeda dengan keterangan yang disampaikan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Afandi.

Afandi mengatakan penangkapan tersebut tidak ada bukti permulaan yang cukup dan pihaknya tidak melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Penulis: TIM-IN
Editor: Red