Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno Pamerkan Aplikasi ‘Pantau Banjir’

oleh -185 views
Jakarta, INDIKASINews — Sandiaga Uno Senin lalu memamerkan sebuah aplikasi bernama ‘Pantau Banjir’. Idenya sederhana, persis seperti nama aplikasinya, yaitu untuk memantau kondisi lapangan untuk antisipasi banjir. (11/12/17).
“Biarkan teman-teman kerja. Saya enggak mau report karena saya udah punya ‘Pantau Banjir,” kata pria yang biasa disapa Sandi saat ditanya laporannya ihwal kondisi banjir di Jakarta.
Aplikasi semacam ini bukan hal baru. “Pantau Banjir” merupakan aplikasi yang masuk kategori “weather” di toko aplikasi Google Play.
Pantau Banjir satu dari antara delapan aplikasi yang dirilis Pemprov DKI di Google Play. Aplikasi itu antara lain Jakarta Smart City Portal, Pajak Online DKI Jakarta, Jakarta Smart City Apps, CRM Jakarta Smart City, BPRD Mobile, CROP – Cepat Respon Opini Publik, serta CROP Mobile.
Menurut Teguh Hendrawan, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta menyebut bahwa aplikasi itu telah lama tersedia. “Saya bertugas sejak Desember 2015 sudah ada (aplikasi tersebut),” ungkap Teguh.
Berdasarkan pantauan di laman Google Play, aplikasi Pantau Banjir terakhir kali diperbarui pada 12 Februari 2017, saat Basuki Tjahaja Purnama masih jadi orang nomor 1 di DKI. Saat ini versi aplikasi tersebut berada di angka 0.0.6. Dalam dunia teknologi, versi sebelumnya “1.0” umum disebut sebagai versi “beta.”
Ketika dijajal, aplikasi Pantau Banjir terasa menjanjikan. Di halaman muka aplikasi tersebut tersedia 4 menu utama mencakup Report, Pintu Air, Pos Pengamatan, dan Pompa. Dicoba pada Rabu (13/12) pukul 8.59 pagi, pada menu Pintu Air, terpapar informasi terkini soal kondisi pintu-pintu air yang ada di wilayah DKI Jakarta.
Pintu air Jembatan Merah misalnya, tampil data kondisi Jembatan Merah yang memiliki ketinggian 190 cm dan kondisi cuaca mendung tipis. Informasi tersebut memasukan Jembatan Merah dalam status Siaga 2.
Pada menu Pintu Air, pengguna bisa melihat lokasi-lokasi lebih spesifik diurutkan berdasarkan aliran, dari sisi barat, tengah, maupun timur.
Pada menu Pos Pengamatan, menampilkan kondisi lokasi-lokasi yang menjadi titik pengamatan banjir di DKI Jakarta. Pada saat dicoba di waktu yang sama, Pos Pasanggrahan misalnya, menampilkan data ketinggian air 70 cm, artinya Pos Pasanggrahan berstatus Siaga 4.
Pada menu Pompa, aplikasi Pantau Banjir menampilkan informasi kondisi pompa air di DKI Jakarta. Apakah berfungsi atau tidak. Data pada waktu yang sama, menampilkan informasi bahwa terdapat 24 unit pompa yang berfungsi dan 181 unit pompa mati. (trt-in/red)
GMD Group:
Indikasinews.com
Koran Penyelidik Korupsi
Tabloid Bhayangkara Pers

Loading...