Warga Desa Sidokerto dan Sukajadi Lampung Tengah Protes Limbah Pabrik Tepung Tapioka

oleh -265 views
Pabrik tepung tapioka di kampung sidokerto dusun 1, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

INDIKASINews, Lampung Tengah — Warga dan tokoh Desa Sidokerto dan Desa Sukajadi, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, mendatangi pabrik tepung tapioka atau beras gunung sugih lampung lantaran mengeluhkan limbah pabrik tepung tapioka sidokerto yang mencemari lingkungan sekitar. Pabrik tepung tapioka yang beralamat di kampung sidokerto dusun 1 itu diduga membuang limbah secara serampangan di saluran irigasi tanpa diproses lebih dahulu sehingga mengotori air sumur milik warga dan menimbulkan bau yang tidak sedap, belum lagi bau limbah yang menyengat saat di waktu pagi.

Bukan hanya limbah dan bau yang dikeleuhkan masyarakat, melaikan akses jalan kampung mereka pun menjadi rusak dan berlubang akibat kendaraan yang hulu-lalang masuk melewati kampung mereka.

Karena keberatan dan merasa terganggu dengan limbah pabrik tepung tapioka itu, puluhan perwakilan warga dan tokoh masyarakat beramai-ramai mendatangi pabrik tepung tapioka di tempat tersebut. Mereka memasuki pabrik tersebut dengan membawa surat pernyataan yang berisikan keberatan warga di dua desa, seperti Desa Sidokerto dan Desa Sukajadi. ”Intinya, isi surat ini kami keberatan dengan cara pabrik tepung tapioka ini mengolah limbahnya,” kata warga kepada indikasinews.com.

Sambung warga, sejak dulu, warga setempat menggunakan sumur yang di kampung mereka itu untuk keperluan mandi, serta cuci pakaian dan peralatan rumah tangga. “Meski pakai sumur, sangat berarti bagi kami,” katanya.

Kondisi kali itu, kata dia, kini seperti merana, dipenuhi kotoran berwarna merah yang berbusa dan berbau. “Ini sudah jelas kotoran dari pabrik tepung tapioka itu,” katanya.

Warga hanya menuntut agar pemilik pabrik tepung tapioka tidak membuang limbahnya sembarangan. “Carilah cara yang baik, jangan merugikan orang banyak,” kata warga.

Namun keinginan dan tuntutan warga setempat itu tidak diindahkan oleh pihak pabrik tepung tapioka berinisial AR, bahkan pabrik tersebut diduga dibekingi oleh oknum yang mengaku ormas FKPPI berinisial AS, bukan sampai disitu oknum ormas tersebut mengancam dan mengintimidasi wartawan yang sedang menjalankan peliputan di pabrik tersebut.

Mansyur wartawan indikasinews.com yang menjadi korban intimidasi membenarkan adanya intimidasi terhadap dirinya, oknum ormas tersebut mengancam ingin memecahkan camera miliknya jika meliput di area pabrik tersebut.

“Ya, saya (mansyur-red) diancam jangan merekam dan memfoto di area pabrik, dan jika saya merekam kamera saya akan dihancurkan oleh oknum ormas tersebut,” ungkap mansyur.

Warga berharap pihak pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bertidak tegas dan memberikan sanksi terhadap pabrik yang dengan sengaja mencemarkan lingkungan setempat, dan untuk pihak kepolisian Polres Lampung Tengah juga untuk menindak tegas oknum ormas yang membekingi pabrik tersebut agar tidak menjadi keributan warga setempat,” Harap warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada solusi antara pemilik pabrik tepung tapioka dan warga setempat

Masyarakat telah mengambil sampel limbah pabrik tepung tapioka untuk diperiksa ke laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung tengah.

Penulis: MSYR-IN
Editor: Red