Warga Desa Slamet Harjo Keluhkan Keberadaan JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi

oleh -26 views
Kandang ayam milik Winarko.

INDIKASINews, Sulteng — Winarko warga Desa Slamet Harjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, yang berprofesi sebagai UMKN Ayam betelur yang Baru memulai dirintisnya sendirinya mengeluhkan dan merasa dirugikan dengan penambangan minyak dan Gas oleh PT Job Pertamina Medco Tomori Sulawesi Senoro 6.

Praktik Minyak dan Gas yang telah berjalan selama kurang lebih 3 Bulan itu diduga telah merusak lingkungan dan kondisi air di tempat tinggal mereka, yang berdampak Air warga menjadi keruh serta membuat tanaman mati dan kekeringan.

Winarko menemukan sejumlah dugaan pelanggaran akibat praktik tambang drilling Senoro 6 tersebut

Winarto mengatakan kepada awak media “Praktik tambang tersebut menimbulkan kerusakan dan pencemaran air, lebih parah lagi usaha ayam petelur mengalami stress dan mati sebanyak 260 ekor disebabkan kebisingan adanya kegiatan drilling Senoro 6 di desa kami,” ungkapnya.

Winarko mengeluhkan “Sebelum adanya kegiatan tersebut usaha ayam petelurnya sangat melimpah, kini semenjak adanya kegiatan drilling senoro 6 mengalami kemerosotan dan merugi sekitar Rp350 Ribu perharinya,” keluhnya.

Adanya praktik tambang ini kata winarko, diduga berdampak pada hasil telur ternaknya yang berada di 100 meter sekitar lokasi penambangan, akibat bisingnya suara dari alat penambangan.

Sambung winarko “Padahal mayoritas masyarakat di sini bekerja sebagai petani dan usaha kecil yang sangat bergantung pada kondisi alam,” sambung Winarko Saat di jumpai di rumahnya Tokoh Masyarakat Suyadi, Jumat (07/08/19).

Winarko berharap kepada instansi pemerintah terkait agar membantu masyarakat khususnya dirinya untuk mencari solusi masalah yang ditimbulkan dari kegiatan drilling senoro 6 tersebut.

“ya, masyarakat dan saya (winarko-red) berharap ada instansi pemerintah terkait yang membantu mencarikan solusi mengenai kegiatan drilling senoro 6 ini, agar tidak berdampak pada usaha masyarakat setempat,” tandasnya.

Penulis: Red-IN
Editor: Red